Depok, Suaranusantara.com – Walikota Depok Mohammad Idris bangga melihat indeks ketahanan keluarga di Kota Depok semakin meningkat.
Menurutnya, indeks ketahanan keluarga Kota Depok berada di angka 90 lebih menurut tingkat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Provinsi Jawa Barat.
“Indeks ketahanan keluarga di Kota Depok meningkat menurut data dari kementerian maupun provinsi,” ujar
Mohammad Idris saat ditemui di Kejaksaan Negeri Depok, Kalimulya, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (26/10/2022).
Mohammad Idris menambahkan bahwa bukan hanya meningkat, melainkan indeks berada di angka 90-an lebih.
“Jika diukur per orangan, tidak bisa dihitung dan pastinya akan ada penambahan kasus,” imbuhnya.
Alasannya adalah efek adanya urbanisasi yang berpindah ke Kota Depok.
“Jadi urbanisasi ke Kota Depok masih tinggi. Tahun kemarin itu hampir empat persen penambahan penduduk Kota Depok,” jelasnya.
Menurutnya, kebanyakan kasus KDRT adalah bukan asli warga Depok atau orang yang belum mempunyai KTP (Kartu Tanda Penduduk) sebagai warga Kota Depok.
Dirinya mengatakan bahwa secara persentase kasus KDRT termasuk rendah, namun apabila secara individu, jumlahnya meningkat.
“Ini efek dari terus-menerus penambahan penduduk di Kota Depok,” ucap Idris.
Sementara itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok juga memiliki konsen tersendiri terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang di Kota Depok sangat mengkhawatirkan.
“KDRT agak sangat mengkhawatirkan dan ini menjadi konsern kami dengan Pemerintah Kota Depok,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Mia Banulita.
Kejaksaan Negeri Depok bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok saling bekerja sama dalam hal KDRT, terutama memberikan sosialisasi terhadap pencegahan KDRT di Kota Depok.
“Memang kami lihat ada sedikit kenaikan untuk pidana KDRT dari tahun sebelumnya, dikisaran 10-20 persen.” ujarnya.(ADT)


















Discussion about this post