Lebak, SuaraNusantara.com – Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi mengatakan, pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai langkah dalam menekas kasus Stunting.
Ade menyebut, upaya-upaya tersebut dilakukan dengan target Lebak zero case atau nol kasus dari Stunting yang diakibatkan kurangnya anak mendapatkan asupan gizi dalam waktu lama.
“Kedepannya Kabupaten Lebak harus memiliki skala prioritas dalam meng-nol kan kasus Stunting melalui beberapa langkah yang akan diterapkan bersama,” kata Ade, Selasa (1/11/2022).
Berdasarkan penimbangan pada bulan Agustus 2022, kasus stunting di Kabupaten Lebak tercatat mengalami penurunan 4 ribu dari 9.108 kasus. Angka penurunan Stunting di kabupaten ini diklaim bergerak cepat.
Ade yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Lebak meraih penghargaan Stunting Heroes Award yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten berkolaborasi dengan TribunBanten.com
Event Stunting Heroes Award yang bertajuk ‘Cegah Stunting Cerdas Parenting’ memberikan penghargaan kepada 12 nominasi terpilih dengan 12 kategori atas komitmen dan intregitasnya dalam menurunkan Stunting di Provinsi Banten.
“Penghargaan ini menjadi momentum bagi kami bersama seluruh pejuang Stunting di Kabupaten Lebak untuk lebih semangat bersama-sama mewujudkan Kabupaten Lebak bebas stunting,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Triatno Supiono mengatakan, penurunan angka Stunting berkisar sekitar 1,7 persen.
“Tidak besar tapi memang berdasarkan penimbangan bulan Agustus 2022 kemarin ada penurunan trend,” sebut Triatno.
Ia berharap masyarakat bisa bersama-sama dengan pemerintah dalam menekan angka stunting. Salah satu caranya dengan pola asuh yang tepat.(Def)


















Discussion about this post