SuaraNusantara.com – Sebanyak 59 persen responden mengetahui bahwa Pilkada 2024 akan dilaksanakan pada tanggal 27 November, namun 35 persen menjawab tidak tahu, dan 6 persen responden tidak memberikan jawaban.
Angka-angka itu merupakan hasil survei yang telah dilakukan oleh Paradigma Indonesia terkait Pilbup Lebak.
Survei dilakukan Paradigma Indonesia mulai tanggal 25 sampai 30 Juni kepada warga Lebak yang sudah memiliki hak pilih dengan jumlah sampel 440 responden yang terdistribusi secara proporsional.
Menggunakan penarikan sampel dengan metode multi stage random, memiliki margin of error 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Selain memotret bagaimana peluang para calon bupati Lebak yang namanya muncul di masyarakat, Paradigma Indonesia juga ingin mengetahui apakah masyarakat di Lebak mengetahui bahwa Pilkada akan digelar pada 27 November 2024.
Lembaga survei ini juga menanyakan seberapa percayakah masyarakat bahwa pilkada akan memperbaiki kehidupannya.
Sebanyak 48,2 persen menjawab cukup percaya, 23 persen kurang percaya, 8,9 persen tidak percaya sama sekali, 8,9 persen sangat percaya, 11 persen tidak tahu.
Dimintai tanggapan terkait hasil survei 35 persen tidak tahu pilkada digelar 27 November 2024, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak Dewi Hartini mengatakan, Divisi Partisipasi Masyarakat (Parmas) menyiapkan kegiatan-kegiatan sosialisasi.
“Banyak agenda sosialisasi yang akan dilakukan yang gebyarnya sudah kami lakukan saat peluncuran jingle dan maskot beberapa waktu lalu. Nanti menyusul kegiatan sosialisasi tahapan Pilkada 27 November 2024,” kata Dewi, Rabu (10/7/2024).
Sosialisasi akan dimulai tanggal 15 Juli hingga bulan September. Namun yang terdekat pada tanggal 15 sampai akhir Juli, Divisi Parmas KPU akan bekerja sama dengan OKP, LSM dan Ormas.
“Kita sudah siapkan sosialisasi yang akan menyentuh langsung ke masyatakat seperti gerebek kampung, gerebek pasar dan sosialisasi kepada para pelajar sebagai pemilih pemula,” ujarnya.
Lalu dikatakan Dewi, proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih oleh petugas Pantarlih yang masih berlangsung menjadi salah satu sosialisasi secara langsung KPU kepada masyarakat.
“Di samping melakukan coklit, teman-teman Pantarlih juga menyisipkan informasi kepada masyarakat bahwa pilkada digelar pada tanggal 27 November 2024,” ucapnya.
“Kami juga berharap kepada teman-teman media untuk ikut mensukseskan penyelenggaraannya melalui publikasi tahapan Pilkada,” kata Dewi.(Def)


















Discussion about this post