Suaranusantara.com- Saat investor domestik dan regional menanti data PDB dari China, IHSG justru menyambut pagi dengan penguatan. Sayangnya, analis memperkirakan tren ini bisa saja berbalik seiring sinyal teknikal yang mulai menunjukkan kondisi jenuh beli.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada sesi I, Rabu (16/4/2025), naik 19,59 poin atau 0,3 persen ke level 6.461,2. Sepanjang sesi awal, IHSG bergerak di zona hijau pada rentang 6.449 hingga 6.467.
Antusiasme pelaku pasar tercermin dari volume transaksi yang sudah menyentuh 720 juta saham dengan nilai perdagangan sekitar Rp 429,4 miliar dalam hitungan menit awal. Jumlah transaksi tercatat sebanyak 45.095 kali.
Sebanyak 218 saham mencatat kenaikan, sementara 98 saham terkoreksi, dan 209 lainnya masih stagnan.
Dua saham yang langsung mencuri perhatian sejak pembukaan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Keduanya masuk jajaran top gainers, dengan BUMI melesat 8,4% dan AADI naik 6,5%.
Saham lain yang turut meroket adalah PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) yang melejit hingga 22,2%, diikuti oleh PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) yang naik 8,2%, serta PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) yang tumbuh 5,2%.
Namun, meski awalnya menghijau, Reliance Sekuritas dalam risetnya memproyeksikan IHSG berpotensi mengalami pelemahan hari ini. Secara teknikal, pola candle IHSG membentuk bullish harami di atas moving average (MA) 5 dan 20, tetapi indikator Stochastic menunjukkan sinyal golden cross yang mendekati area overbought.
Dengan mempertimbangkan analisis teknikal tersebut, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran support 6.333 dan resistance 6.498.
Untuk perdagangan hari ini, Reliance Sekuritas merekomendasikan empat saham pilihan: SMGR, BREN, SMRA, dan GPRA.


















Discussion about this post