Suaranusantara.com- ergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (8/10) berakhir melemah tipis. IHSG ditutup turun 3,25 poin atau 0,04% ke posisi 8.166,02, usai bergerak bervariasi di sepanjang sesi perdagangan.
Penurunan indeks dipicu oleh tekanan di tiga sektor utama, yakni infrastruktur, keuangan, dan kesehatan, yang masing-masing melemah hampir 1%. Namun, delapan sektor lainnya masih mampu bertahan di zona hijau. Sektor industri mencatatkan performa paling gemilang dengan penguatan hampir 3%, disusul energi yang naik 2,74%, serta sektor transportasi yang ikut menanjak 1,77%.
Pelaku pasar tampak aktif bertransaksi dengan total volume mencapai 39,51 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp29,18 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 290 di antaranya menguat, sementara 406 terkoreksi dan 103 stagnan.
Beberapa saham mencuri perhatian karena kenaikan harga signifikan. Saham MLPT melesat ke Rp225.700 per lembar, POLU naik menjadi Rp29.150, dan PGUN menanjak ke Rp22.225. Sementara itu, saham UANG, UNTR, dan GGRM menjadi pemberat indeks dengan penurunan masing-masing Rp1.000, Rp650, dan Rp600.
Saham paling aktif di bursa hari ini didominasi oleh CBRE dengan 160.807 kali transaksi senilai Rp1,13 triliun. Diikuti oleh CUAN dengan 140.633 kali senilai Rp1,64 triliun dan CDIA sebanyak 105.616 kali senilai Rp1,34 triliun.
Dari kelompok LQ45, saham-saham besar seperti BBCA, BBTN, dan UNTR mengalami pelemahan antara 1,6–2,6 persen. Sebaliknya, saham-saham tambang masih menjadi primadona. ADMR melonjak 24,89%, disusul ADRO dan AADI yang masing-masing naik 12,12% dan 11%, menandakan sektor energi masih menyimpan daya tarik di tengah ketidakpastian pasar.

















Discussion about this post