Suaranusantara.com- Setelah serangkaian hari yang penuh euforia, harga emas Antam akhirnya mengalami koreksi signifikan. Penurunan Rp9.000 per gram pada Jumat (10/10/2025) menandai berakhirnya reli spektakuler selama lima hari berturut-turut.
Pasar pun kembali bergerak hati-hati, menimbang apakah tren ini hanya jeda sementara atau awal dari penurunan yang lebih panjang.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas turun Rp9.000 menjadi Rp2.294.000 per gram. Koreksi ini sekaligus menghentikan reli kenaikan harga yang telah berlangsung selama lima hari berturut-turut dan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Sebelumnya, harga emas Antam terus meroket sejak Sabtu (4/10/2025) dengan kenaikan Rp4.000 hingga mencapai Rp2.239.000 per gram. Tren positif itu berlanjut pada Senin (6/10/2025) ketika harga menembus Rp2.250.000 per gram setelah naik Rp11.000. Pada Selasa (7/10/2025), emas bahkan melonjak tajam Rp34.000 hingga menembus Rp2.284.000. Rabu dan Kamis pekan yang sama juga mencatat rekor baru, masing-masing naik Rp12.000 dan Rp7.000, sebelum akhirnya tergelincir pada Jumat.
Selain harga jual, nilai beli kembali (buyback) emas Antam juga ikut terkoreksi sebesar Rp9.000 ke posisi Rp2.142.000 per gram. Penurunan ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai mengalami tekanan setelah pekan penuh penguatan sebelumnya.
Berdasarkan regulasi yang berlaku, transaksi penjualan emas batangan ke Antam dengan nominal di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Besarannya 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi mereka yang belum memiliki NPWP. Potongan pajak tersebut langsung dikurangkan dari nilai total transaksi buyback.
Adapun harga emas Antam pada berbagai pecahan ikut mengalami penyesuaian. Untuk ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.197.000, sedangkan 1 gram berada di angka Rp2.294.000. Pecahan 2 gram dijual Rp4.528.000, dan ukuran 3 gram mencapai Rp6.767.000. Sementara untuk emas dengan bobot lebih besar, seperti 100 gram hingga 1.000 gram, harga berkisar dari Rp223 juta hingga Rp2,23 miliar setelah mengalami penurunan rata-rata 0,4 persen.
Koreksi harga ini menjadi momen refleksi bagi investor yang selama sepekan terakhir menikmati reli tak terbendung logam mulia. Pasar kini menantikan arah pergerakan emas selanjutnya, apakah kembali menguat atau justru melanjutkan tren penurunan seiring dinamika ekonomi global dan kebijakan suku bunga dunia.


















Discussion about this post