Suaranusantara.com- Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (5/2/2026) diprediksi cenderung menguat meski pasar masih dibayangi pelemahan mayoritas indeks di bursa Wall Street.
CGS International Sekuritas Indonesia mencatat, tekanan jual di saham teknologi global masih berlanjut dan berpotensi memberikan sentimen negatif bagi pasar saham regional, termasuk Indonesia. Sejumlah saham teknologi besar di Amerika Serikat tercatat mengalami koreksi tajam akibat proyeksi kinerja yang mengecewakan.
Di sisi lain, sentimen positif datang dari kenaikan harga komoditas, khususnya sektor energi dan emas, yang dinilai dapat menjadi penopang pergerakan IHSG. Kondisi ini diharapkan mampu meredam dampak negatif dari pasar global.
Investor juga tengah menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal IV-2025 dan keseluruhan tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan berada di kisaran 5,05 persen hingga 5,1 persen secara tahunan, yang menjadi salah satu faktor penentu arah pasar.
Berdasarkan analisis teknikal, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat, dengan area support di level 8.050 hingga 7.955 dan resist di rentang 8.245 sampai 8.340.


















Discussion about this post