Suaranusantara.com- IHSG mengakhiri perdagangan Jumat (13/2/2026) dengan pelemahan 0,64 persen ke posisi 8.212,2. Koreksi indeks terjadi saat mayoritas bursa Asia bergerak searah dengan Wall Street yang sebelumnya tertekan. Kekhawatiran pasar global terhadap dampak perkembangan AI pada sejumlah sektor turut membayangi pergerakan aset berisiko.
Menurut kajian Pilarmas Investindo Sekuritas, investor global juga sedang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat. Inflasi tahunan diperkirakan melandai menjadi sekitar 2,5 persen dari 2,7 persen, sementara inflasi inti diproyeksikan turun tipis. Sentimen global tersebut memperkuat sikap hati-hati pelaku pasar domestik.
Di dalam negeri, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh aksi profit taking menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek. Pasar juga cenderung wait and see menunggu hasil rapat kebijakan moneter Bank Indonesia yang akan digelar pekan depan.
Meski indeks terkoreksi, sejumlah saham justru mencuri perhatian dengan reli tajam. Saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) melonjak lebih dari 24 persen ke level Rp 474.
Lonjakan serupa juga dicatat PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) yang menanjak ke Rp 515, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) ke Rp 179, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) ke Rp 3.020, serta PT Indospring Tbk (INDS) ke Rp 2.210.
Aktivitas perdagangan tercatat ramai dengan nilai transaksi Rp 23,64 triliun, volume 45,8 miliar saham, dan frekuensi 2,78 juta kali. Dari sisi sektoral, sektor transportasi memimpin penguatan, disusul energi dan barang konsumen primer. Sebaliknya, sektor infrastruktur, barang baku, dan kesehatan menjadi penekan utama indeks pada penutupan hari ini.
Sebaliknya, sejumlah saham justru terpuruk tajam, antara lain PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), dan PT Hillcon Tbk (HILL) yang mengalami penurunan dua digit.
















Discussion about this post