
Jakarta-SuaraNusantara
Pemerintah tidak ingin ketinggalan bersaing dengan negara ASEAN lainnya dalam mengembangkan potensi wellness industry, yang meliputi industri farmasi, herbal, dan kosmetik. Karenanya, pelaku industri nasional di sektor tersebut diminta aktif melakukan sinergi dalam kegiatan penelitian dan pengembangan (RnD) dengan lembaga riset dan perguruan tinggi.
“Kita tidak boleh ketinggalan. Kita bersaing dengan market leader di Asia, yaitu Korea. Pada saat yang sama, Thailand juga tengah melakukan pengembangan industri di sektor-sektor tersebut,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (19/03/2018).
Menurut Airlangga, pelaku wellness industry perlu menciptakan inovasi produk sesuai kebutuhan pasar. Hal ini, katanya, memerlukan langkah kolaborasi yang kuat antara manufakturing dengan kreativitas. Di sinilah pentingnya kolaborasi antara pelaku industri dengan lembaga riset dan perguruan tinggi tadi.
Saat ini, kata Airlangga, Indonesia menempati urutan ke-4 sebagai produsen jamu atau herbal di dunia setelah Tiongkok, India dan Korea. Terdapat 30 ribu jenis tanaman herbal yang tumbuh di dalam negeri, dan perlu dimanfaatkan oleh industri nasional.
“Selain mempromosikan produk unggulan komestik kita, juga dapat mengenalkan Indonesia sebagai penghasil obat tradisional,” kata Airlangga.
Lebih lanjut dikatakannya, sistem rantai pasok di industri kosmetik harus dibangun melalui hubungan yang saling menguntungkan dan membutuhkan. Apalagi, saat ini telah memasuki era Industry 4.0, dimana akan terjadi transformasi digital yang mampu menciptakan nilai tambah dalam industri kosmetik nasional.
Di samping itu, dia menambahkan, perlunya kegiatan promosi yang masif terhadap produk kosmetik lokal sehingga bisa semakin dikenal di pasar internasional. “Generasi milenial kita juga menjadi kunci penting dalam inovasi pemasaran ini, yaitu lewat media sosial mereka karena lebih efektif dan less costly. Bahkan di Korea, mereka konsisten memberikan paket kosmetik sebagai souvenir,” kata Airlangga. (Eka)

















