Suaranusantara.com- Indeks Harga Saham Gabungan kembali menunjukkan volatilitas tinggi di awal perdagangan. Dibuka stagnan, IHSG tak butuh waktu lama untuk masuk ke zona merah.
Saham-saham unggulan perbankan dan pertambangan mengalami tekanan akibat sentimen global dan domestik. Investor masih menunggu keputusan Bank Indonesia terkait kebijakan suku bunga, yang diperkirakan tetap di angka 5,75%.
Berdasarkan data RTI Infokom, indeks saham sempat bertahan di level 6.873,55 pada awal sesi, namun tak lama kemudian turun ke rentang 6.856-6.886. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati investor yang tengah menanti keputusan Bank Indonesia mengenai kebijakan suku bunga.
Saham-saham perbankan menjadi sektor yang mengalami tekanan cukup besar. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tercatat mengalami penurunan sebesar 1,08% ke level Rp9.200 per lembar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp55,3 miliar.
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga melemah 1,83% ke posisi Rp5.350 per saham, dengan volume perdagangan mencapai 6,6 juta lembar senilai Rp35,6 miliar. Selain itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) turut tertekan dengan penurunan 2,04% ke level Rp7.200 per saham.
Tekanan juga dirasakan saham perbankan lainnya seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) yang turun 2,11% ke level Rp4.650 per saham, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) yang mengalami penurunan 0,48% ke level Rp4.130 per saham. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar pada sesi awal perdagangan bergerak di kisaran Rp11.853 triliun.
Dari faktor eksternal, investor turut mencermati pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dijadwalkan hari ini. Trump diperkirakan akan membahas kebijakan ekonomi termasuk rencana penghapusan pajak penghasilan atas pendapatan jaminan sosial.
Langkah ini dinilai dapat menguntungkan kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi, meskipun berpotensi mengurangi pendapatan negara dan memperbesar utang AS. Selain itu, data ekonomi AS terkait Building Permit dan Housing Starts juga menjadi sorotan karena diperkirakan mengalami perlambatan.
Sementara itu, dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan mengumumkan kebijakan suku bunga acuan. Bank Indonesia diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga di level 5,75%, sementara suku bunga fasilitas simpanan dan kredit masing-masing ditahan di angka 5,00% dan 6,50%. Keputusan ini dinilai akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan.
Dengan dinamika pasar yang masih dipenuhi ketidakpastian, para investor kini cenderung mengambil sikap wait and see sembari menanti kepastian lebih lanjut dari kebijakan moneter domestik maupun sentimen global.


















Discussion about this post