Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Internasional

Geger Penemuan Patung Mirip Alien di Kuwait, Bukti Kreativitas Budaya Ubaid 7.000 Tahun Lalu?

snc4 by snc4
28 April 2025
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Penemuan artefak mirip alien di Kuwai

Penemuan artefak mirip alien di Kuwai

2
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Penemuan artefak kuno sering kali menjadi jendela menuju kehidupan masa lalu, namun kali ini, temuan di Kuwait membawa nuansa fiksi ilmiah ke dunia nyata.

Patung kecil berbentuk kepala alien itu menunjukkan betapa kreatif dan beragamnya ekspresi budaya manusia ribuan tahun lalu. Dari bentuk mata hingga struktur tengkoraknya yang memanjang, patung ini menawarkan cerita menarik tentang pertukaran budaya di masa Neolitikum.

Mereka menemukan sebuah patung tanah liat berwujud kepala kecil dengan tampilan menyerupai alien modern di kawasan Bahra 1, Kuwait. Patung yang diperkirakan dibuat sekitar milenium keenam sebelum Masehi ini, berusia kurang lebih 7.000 tahun, menambah daftar panjang artefak misterius dari masa lampau.

BACAJUGA

Erick Thohir Cari Pengganti Kuwait untuk Lawan Timnas Indonesia

Artefak Boardgame Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Azerbaijan

Bahra 1 dikenal sebagai salah satu permukiman paling awal di Jazirah Arab, dihuni antara tahun 5500 hingga 4900 SM. Di tengah reruntuhan situs prasejarah itu, para peneliti mendapati patung kecil dengan ciri fisik unik: mata menyipit, hidung pesek, dan tengkorak yang memanjang. Bentuk aneh ini menimbulkan banyak spekulasi, apalagi mengingat kemiripannya dengan sosok alien dalam budaya populer saat ini.

Menurut laporan Live Science, patung ini kemungkinan besar merupakan hasil karya budaya Ubaid, kelompok masyarakat kuno dari Mesopotamia yang dikenal lewat tradisi tembikarnya. Komunitas Ubaid sendiri sempat menjalin hubungan erat dengan masyarakat Neolitikum di sekitar Teluk Arab pada masa tersebut. Interaksi antar budaya ini menyebabkan Bahra 1 menjadi pusat pertemuan berbagai pengaruh artistik kuno.

Yang membuat temuan ini semakin menarik adalah bahan pembuatan patungnya. Berbeda dengan keramik lokal seperti “Coarse Red Ware” khas Teluk Arab, patung ini dibuat dari tanah liat Mesopotamia. Ini menunjukkan bahwa budaya Ubaid tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga membawa serta tradisi artistik mereka ke wilayah ini.

Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa patung-patung dari budaya Ubaid sering dijuluki “berkepala kadal,” “mirip burung,” atau bahkan “ophidian” karena bentuk wajahnya yang tidak lazim. Ada teori yang menyebutkan bahwa penampilan tersebut terkait dengan praktik modifikasi tengkorak bayi—tradisi head-shaping yang melambangkan status sosial, budaya, atau afiliasi kelompok tertentu.

Praktik pembentukan kepala ini diketahui sudah dilakukan oleh masyarakat Ubaid sejak milenium kedelapan hingga ketujuh SM, dan berkembang pesat pada milenium kelima SM, terutama di wilayah yang kini menjadi Iran. Penemuan sisa-sisa kerangka manusia di Mesopotamia dengan tanda-tanda deformasi tengkorak menjadi bukti kuat bahwa praktik ini pernah terjadi.

Mesopotamia, tempat asal budaya Ubaid, merupakan wilayah di Asia Barat Daya yang dikenal sebagai “tempat lahir peradaban.” Nama Mesopotamia sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti “antara sungai,” merujuk pada posisi geografisnya di antara Sungai Tigris dan Efrat. Wilayah ini bukan hanya menjadi pusat peradaban awal, tetapi juga menularkan pengaruh budayanya hingga ke lembah Indus, Mesir, bahkan Mediterania.

Sejak zaman Paleolitik, manusia sudah menetap di Mesopotamia, tinggal dalam komunitas kecil dan membangun rumah-rumah berbentuk bundar. Seiring berjalannya waktu, mereka bertransformasi menjadi komunitas agraris dengan keahlian bercocok tanam dan beririgasi, yang sebagian besar merupakan kontribusi budaya Ubaid. Budaya ini pun meletakkan fondasi penting bagi perkembangan peradaban dunia melalui inovasi-inovasi besar seperti tulisan, konsep waktu, dan roda.

Tags: ArtefakKuwaitPenemuan Kuno
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Internasional

PM India Narendra Modi Akan Kunjungi Indonesia pada 2026

by Fifi
17 June 2026

Suaranusantara.com - Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan berkunjung...

Internasional

Emir Qatar Sheikh Tamim Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada Akhir 2026

by Fifi
16 June 2026

Suaranusantara.com - Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al...

Presiden Palestina Puji Kepemimpinan Prabowo, Sebut Indonesia Kian Berpengaruh di Dunia

16 June 2026

Prabowo Terima Telepon dari Presiden Palestina, Bahas Apa?

16 June 2026

Prabowo-Presiden Jerman Sepakat Konflik Global Harus Diselesaikan Lewat Jalur Diplomasi

15 June 2026
Wakil PM Qatar Temui Prabowo di Istana, Sampaikan Pesan Khusus dari Emir Qatar

Wakil PM Qatar Temui Prabowo di Istana, Sampaikan Pesan Khusus dari Emir Qatar

3 June 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

4 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

4 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

4 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

4 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Guntur Romli bicara soal Presiden Prabowo yang menyebut hati PDI Perjuangan sama dengan pemerintah (Instagram @gunromli)
Nasional

Guntur Romli Setuju dengan Prabowo Soal Hati PDI Perjuangan ke Pemerintah: Membela Bangsa dan Negara Tidak Bergantung Posisi Politik

by Feri Spt
25 July 2026

Suaranusantara.com- Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli merespon soal pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa hati...

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo bicara hati PDI Perjuangan ke pemerintah (Instagram @ganjar_pranowo)

Ganjar Pranowo Tanggapi Soal Prabowo Sebut Hati PDI Perjuangan ke Pemerintah

25 July 2026
Final LCC Empat Pilar MPR Maluku Utara Berakhir, SMAN 8 Kota Ternate Bawa Pulang Gelar Juara Provinsi

Final LCC Empat Pilar MPR Maluku Utara Berakhir, SMAN 8 Kota Ternate Bawa Pulang Gelar Juara Provinsi

25 July 2026
Ajbar Hadiri Sidang Majelis Sinode Am XXI Gereja Toraja Mamasa dan Gelar Sarasehan Kebangsaan

Ajbar Hadiri Sidang Majelis Sinode Am XXI Gereja Toraja Mamasa dan Gelar Sarasehan Kebangsaan

25 July 2026
Febrie Adriansyah tiba di rutan KPK tanpa mengenakan rompi tahanan (Instagram @koranbaliexpress)

Jadi Ini Alasannya Febrie Adriansyah Tak Kenakan Rompi Pink, Kejagung Beberkan

25 July 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com