Suaranusantara.com – Seorang jurnalis wanita asal Irak sedang dalam sorotan setelah mencoba mencegah penodaan Al-Qur’an di Kopenhagen. Quds Al-Samarrai, seorang jurnalis yang telah menyelesaikan kursus jurnalisme di Denmark dan Swedia, telah menjadi viral setelah video yang menunjukkan dia berkelahi dengan dua pria yang mencoba menodai Al-Qur’an.
Dalam video tersebut, Quds Al-Samarrai berulang kali meneriakkan ‘Al Quran’ ketika dia berusaha merebut Al-Qur’an dari tangan dua pria yang mencoba menodainya. Meskipun awalnya ada spekulasi bahwa dia adalah warga Swedia atau Denmark, ternyata Quds Al-Samarrai bersama dengan kedua pria tersebut berasal dari Irak.
Tindakan Quds Al-Samarrai ini dianggap oleh beberapa orang sebagai tindakan pencegahan terhadap Islamofobia dan dianggap sebagai pahlawan. Namun, beberapa waktu kemudian, dia menghadapi tuduhan yang sangat berbeda.
Sebuah dokumen yang beredar online mengklaim bahwa Quds Al-Samarrai dibayar sejumlah uang oleh Kedutaan Besar Arab Saudi yang membantu kehidupan sehari-harinya. Tuduhan ini menimbulkan polemik dan kontroversi.
Selain itu, Quds Al-Samarrai juga dihadapkan pada gugatan terkait pencurian, dan kemungkinan menghadapi hukuman dari pengadilan Denmark. Namun, dokumen yang menyebutkan tentang pembayaran dari Arab Saudi tersebut kemudian disebut palsu karena terdapat perbedaan font dan tanda tangan.
Meskipun menghadapi berbagai tuduhan dan polemik, Quds Al-Samarrai mendapatkan dukungan dari Sindikat Jurnalis Irak. Sindikat tersebut telah memutuskan untuk tetap mendukungnya dengan mengeluarkan kartu pers bagi Quds Al-Samarrai.(Kml)


















Discussion about this post