Suaranusantara.com – Pemerintah Israel mengancam akan melancarkan serangan darat ke wilayah Rafah di Jalur Gaza, Palestina, jika para sandera tidak dibebaskan menjelang bulan Ramadhan.
Benny Gantz, anggota Kabinet Perang yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyatakan kesiapan untuk operasi militer jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Dalam 24 jam terakhir, korban tewas akibat serangan Israel telah mencapai angka yang mengkhawatirkan, dengan 32.226 orang dilaporkan tewas dan 74.518 lainnya terluka sejak awal konflik pada 7 Oktober.
Situasi medis di Gaza semakin memburuk, dengan lebih dari 100 pasien yang tidak dapat dipindahkan di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, terpaksa berdesakan tanpa perawatan yang memadai.
Komunitas internasional mengecam keras tindakan Israel, dengan beberapa negara seperti Australia, Kanada, dan Selandia Baru telah mengeluarkan peringatan bahwa operasi darat di Rafah dapat memperparah kondisi warga Palestina yang sudah terjepit.
Pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terhadap kecaman internasional tersebut.
Sementara itu, dunia menanti dengan cemas perkembangan selanjutnya di kawasan yang terus dilanda konflik ini.


















Discussion about this post