
Jakarta-SuaraNusantara
Presiden Jokowi meresmikan Pencanangan Kampanye Imunisasi Measles (Campak) dan Rubella di Madrasah Tsanawiah Negeri 10 Sleman, DI Yogyakarta, Yogyakarta, Selasa (1/8/2017). Dalam kampanye tersebut, Jokowi menargetkan Indonesia bisa bebas campak dan rubella pada tahun 2020.
“Tahun 2020 Indonesia sudah bebas Measles Rubella. Oleh karena itu kita sukseskan dari sekarang,” kata Jokowi seraya mengingatkan tugas orang tua dan negara adalah menjaga anak dan membuat anak-anak tetap sehat.
Untuk itu, Presiden Jokowi meminta peran semua pihak dalam mengemban tugas dalam menjaga anak-anak Indonesia. Menjaga dari beragam ancaman, termasuk penyakit dalam diri anak.
“Anak perlu dididik, dijaga, diayomi, terutama dari berbagai penyakit berbahaya dan mematikan. Campak rubella terbukti sangat berbahaya kalau dibiarkan,” katanya.
Jokowi juga meminta agar seluruh anak-anak Indonesia menerima imunisasi MR ini hingga 2020. Tujuannya, agar terbebas dari penyakit tersebut.
“Di Indoneasia kurang 1% yang mendapatkan MR, hanya 0,05% saja. Idealnya 95 persen harusnya anak dapat MR. Bahkan, seharusnya 100%,” pintanya.
Jokowi juga meminta masyarakat tidak meremehkan MR. Keduanya bisa berbahaya jika dibiarkan dalam jangka panjang. Tanpa imunisasi, bayi bisa lahir dengan cacat bawaan.
“Harus hati-hati, saya dukung penuh dilaksanakan kampanye imunisasi nasional agar bebas dari campak rubella,” katanya.
Campak atau di Indonesia dikenal juga dengan nama tampek, adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Morbilli. Penyakit ini mudah disembuhkan tapi bila tidak ditangani secara baik bisa menyebabkan kematian pada anak-anak, yang pada umumnya masih sering terjadi di negara-negara miskin dan negara berkembang, termasuk Indonesia.
Penyakit Campak penularannya melalui droplet atau percikan ludah/batuk penderita. Timbul gejala penyakit setelah 10 sampai 20 hari anak kontak dengan penderita. Balita paling rawan terkena penyakit ini, umumnya sering menimpa pada anak usia 1-2 tahun.
Penulis: Yon K

















