
Gunungsitoli – SuaraNusantara
Belasan anggota Komisi IX DPR-RI melakukan kunjungan kerja (kunker)/reses ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli, Sabtu (28/10/2017) siang. Turut dalam rombongan mereka, tim-tim dari Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Tenaga Kerja RI, Balai Pengawasan Obat dan Makanan RI, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.
Direktur RSUD Gunungsitoli, dr Julianus Dawölo MKes, dalam pidato sambutannya mengungkapkan perihal kondisi umum RSUD Gunungsitoli yang masih banyak kekurangan, terutama di sisi jumlah tenaga dokter spesialis.
“Kita di sini kekurangan dokter spesialis. Saat ini, kami butuh tambahan 18 dokter spesialis dengan sepuluh jenis spesialisiasi,” katanya.
Begitu pula dengan sarana prasarana gedung RS yang ada sekarang, seringkali tak cukup untuk menampung pasien yang datang.
“Rumah sakit ini merupakan rumah sakit rujukan regional Kepulauan Nias. Pasien sering tidak tertampung dan terpaksa dirawat di lorong-lorong. Sekarang saja sedikitnya ada 32 pasien yang tidak kebagian ruang perawatan,” ungkapnya.
Kucuran Dana Alokasi Khusus Penugasan yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Nias tahun 2017 ini untuk pembangunan gedung baru RSUD Gunungsitoli dirasa telah mengatasi hal tersebut.
Dengan kucuran dana tersebut, akan ada 26 Ruang ICU, 21 Ruang Instalasi Hemodialisa, 17 Ruang Poliklinik Spesialis, enam Ruang Operasi, dan ratusan ruang perawatan yang baru.
“Pembangunannya ada tiga tahap. Tahap pertama sebesar Rp42 miliar sudah turun dan sedang berjalan pembangunannya. Harapan kami, Komisi IX DPR RI dapat membantu menyetujui kucuran dana tahap kedua sebesar Rp59 miliar, karena masih banyak kekurangan lainnya, seperti distribusi cakupan layanan, sarana dan prasarana pendukung, dan lain-lain,” ujarnya.
Selanjutnya, pimpinan rombongan Komisi IX DPR-RI, Dr Saleh Partaonan Daulay, dalam pidato arahannya pada intinya mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan seluruh aspirasi yang telah disampaikan, seraya berpesan agar pengembangan infrastruktur rumah sakit diiringi pula dengan peningkatan pelayanan.
“Tadi yang disampaikan direktur akan jadi referensi bagi kami, tetapi sampaikan dulu salam saya sama pak Bupati,” kata Saleh.
Sebelumnya, Saleh mengutarakan kekecewaannya atas ketidakhadiran Bupati Nias Sökhiatulö Laoli pada acara kunker mereka di RSUD Gunungsitoli. Padahal menurutnya, di waktu yang lalu Bupati Nias meminta tolong kepada mereka untuk menyetujui pembangunan gedung baru RSUD Gunungsitoli.
“Minta tolong, tapi tidak hadir. Hanya asisten. Padahal kemarin kita udah perjuangkan yang Rp42 miliar,” kata Saleh.
Selanjutnya, acara diisi dengan diskusi/tanya jawab antara seluruh dokter dan pegawai RSUD Gunungsitoli dengan para anggota Komisi X DPR RI. Kemudian diteruskan dengan meninjau beberapa ruang di RSUD Gunungsitoli, antara lain ruang Instalasi Gawat Darurat, ruang rawat dewasa, ruang rawat anak, farmasi, dan kasir.
Kontributor: Dohu Lase

















