SuaraNusantara.com – Kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak disebut mengalami penurunan kasus, Rabu (26/10/22)
Hal itu disampaikan Meteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Penurunan kasus itu diklaim Budi setelah pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara penjualan obat sirup.
Budi menyampaikan bahwa hal itu terbukti kemarin tidak ada laporan pasien yang mengalami gagal ginjal akut.
“Kita melihat penurunannya sangat sangat drastis, sangat drastis. Yang tadinya sehari bisa 20 bisa 30 kasus, kemarin beberapa hari sempat kosong,” kata Budi di Ponpes Al-Wathoniyah Pusat Putri dikutip Suaranusantara.com dari beberapa sumber, Rabu (26/10).
Budi menambahkan bahwa kasus gagal ginjal akut di Indonesia kian kecil, hal itu juga di dukung dengan pemberian obat antidotum dengan merek Fomepizole kepada pasien.
Ia menyebut pemberian obat itu cukup efektif pada pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr Cipto Mangunkusumo dan RSCM Jakarta. Budi juga memastikan pembiayaan pasien GGAPA di fasilitas kesehatan akan ditanggung pemerintah alias gratis.
“Kita lihat setelah kita berhentikan (pemakaian obat sirop), dilaporkannya dua kasus, yang biasa tadinya 30-40, sekarang turun drastis, dua tiga hari, ketemu tiga kasus,” ujarnya. (ifn)


















Discussion about this post