Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Kuliner

Tempe Kerap Jadi ‘Tersangka’ Ketika Asam Urat Naik, Benarkah Demikian? Begini Faktanya

Feri Spt by Feri Spt
25 April 2026
in Kuliner
Reading Time: 2 mins read
A A
Tempe menjadi salah satu makanan yang kerap disebut sebagai pemicu asam urat (Instagram @kabarjawaofficial)

Tempe menjadi salah satu makanan yang kerap disebut sebagai pemicu asam urat (Instagram @kabarjawaofficial)

4
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Tempe, siapa yang tak suka makanan olahan kedelai satu ini. Sudah nikmat, bergizi dan murah meriah. Biasanya tempe diolah menjadi aneka masakan mulai dari orek, opor hingga digoreng tepung.

Namun, ternyata, tempe kerap disebut-sebut jadi pemicu melonjaknya asam urat. Hal ini membuat banyak orang mulai mengurangi konsumsi tempe.

Tempe disebut sebagai pemicu naiknya asam urat dikarenakan berbahan dasar kedelai. Kedelai mengandung purin. Padahal, tidak semua makanan berpurin otomatis meningkatkan risiko asam urat secara signifikan.

BACAJUGA

Fakta Seputar Sayuran Hijau dan Kandungan Purin: Haruskah Dihindari?

Wajib Diketahui, Ini Manfaat Kumis Kucing Bagi Kesehatan, Dapat Mengobati Asam Urat hingga Batu Ginjal

Lantas, apakah tempe aman dikonsumsi untuk penderita asam urat?

Dalam ilmu gizi, makanan juga diklasifikasikan berdasarkan kadar purinnya. Makanan tinggi purin (lebih dari 200 mg/100 gram), seperti jeroan, daging merah, dan beberapa jenis seafood, memang diketahui dapat meningkatkan kadar asam urat (uric acid) dalam darah.

Sementara itu, tempe justru berada pada kategori purin rendah hingga sedang, sehingga efeknya terhadap peningkatan asam urat tidak sekuat sumber purin tinggi dari hewani.

Lebih jauh lagi, sejumlah studi epidemiologi menunjukkan bahwa sumber purin dari nabati seperti kedelai, kacang-kacangan, dan produk olahannya, tidak berkaitan kuat dengan peningkatan risiko penyakit radang sendi akibat asam urat tinggi (gout).

Sebaliknya, konsumsi purin dari hewani justru memiliki hubungan yang lebih konsisten dikaitkan dengan munculnya asam urat dan gejalanya.

Hal ini diduga karena perbedaan komposisi zat gizi. Makanan nabati umumnya kaya serat, vitamin, dan senyawa bioaktif yang dapat membantu metabolisme tubuh, termasuk dalam pengolahan asam urat.

Selain itu, efek purin dari nabati terhadap kadar asam urat cenderung lebih ringan dibandingkan purin dari hewani.

Dengan kata lain, meski tempe mengandung purin, posisinya tidak setara dengan makanan tinggi purin seperti jeroan atau daging merah.

Oleh karena itu, menghindari tempe sepenuhnya karena takut asam urat justru bisa membuat asupan protein nabati menjadi kurang optimal, terutama jika tidak digantikan dengan sumber protein lain yang setara gizinya.

Tempe yang berbahan dasar kedelai, namun, diproses dengan cara difermentasikan. Fermentasi ini yang mengubah karakteristik kedelai secara signifikan.

Tempe dibuat melalui fermentasi oleh kapang, terutama Rhizopus oligosporus. Dalam proses ini, terjadi pemecahan senyawa kompleks-termasuk protein-menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dicerna tubuh.

Fermentasi juga dapat memengaruhi komponen purin, sehingga efeknya terhadap kadar asam urat tidak sama dengan bahan mentahnya.

Pegiat fermentasi pangan, Wida Winarno, menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap tempe sebagai pemicu asam urat tidak didukung bukti ilmiah.

“Berdasarkan penelitian ilmiah yang ada, tidak terbukti bahwa tempe itu menyebabkan asam urat. Justru proses fermentasinya membuat tempe lebih baik untuk kesehatan dan tidak menyebabkan asam urat.” jelas pemilik nama asli Ignatia Widya Kristiari tersebut.

Lebih lanjut, wanita yang juga co-founder Indonesia Tempe Movement ini menjelaskan bahwa proses pengolahan tempe juga memengaruhi manfaat kesehatannya.

Tempe yang tidak dimasak mengandung komponen seperti probiotik, prebiotik, dan paraprobiotik.

Sementara itu, pada tempe yang dimasak, meskipun sebagian mikroorganisme tidak lagi hidup, masih terdapat komponen paraprobiotik yang tetap memberikan manfaat bagi tubuh, termasuk dalam mendukung sistem imun.

“Tempe yang dimasak pun tetap memiliki sifat paraprobiotik, sehingga masih bisa memberikan manfaat bagi tubuh, termasuk membantu pembentukan sistem imun.” ujarnya, ditemui di sela workshop tempe di NextDoor by Pantry Magic, bekerja sama dengan detikEvent.

Dengan kata lain, fermentasi bukan hanya membuat tempe lebih mudah dicerna, tetapi juga berkontribusi pada berbagai manfaat kesehatan.

Inilah yang membedakan tempe dari sumber purin lainnya, sekaligus menjelaskan mengapa tempe tidak bisa disamakan dengan makanan tinggi purin dari hewani dalam konteks risiko asam urat.

Setelah memahami bahwa tempe tidak terbukti memicu asam urat, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara terbaik mengonsumsinya.

Wida menjelaskan bahwa tempe, baik yang dikonsumsi tanpa dimasak maupun setelah dimasak, tetap memiliki manfaat bagi tubuh, meski dengan karakter yang berbeda.

“Kalau tempe yang tidak dimasak, kita dapat probiotik, prebiotik, paraprobiotik, dan lain-lain. Tapi kalau tempe dimasak, misalnya digoreng, gizinya bisa bertambah tergantung prosesnya.” jelasnya.

Artinya, tidak ada satu cara konsumsi yang mutlak paling benar. Tempe mentah menawarkan manfaat dari mikroorganisme hidup, sementara tempe matang tetap memberikan manfaat melalui komponen seperti para probiotik, sekaligus lebih aman dan mudah diterima oleh sebagian orang.

Dari sisi asam urat, tempe tetap tergolong aman dikonsumsi selama dalam jumlah wajar. Namun, cara pengolahan tetap perlu diperhatikan.

Mengolah tempe dengan cara dikukus, ditumis, atau digoreng dengan minyak secukupnya bisa menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan menggoreng dengan minyak berlebih.

Dengan demikian, tempe tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat, termasuk bagi orang dengan asam urat, selama dikonsumsi secara bijak dan diolah dengan cara yang tepat.

Tags: Asam UratKedelaipurinTempe
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Hanya 2 Hari! Subway Gelar Promo Double Date 7.7: Beli 3 Sandwich Cuma Rp 77 Ribu
Kuliner

Hanya 2 Hari! Subway Gelar Promo Double Date 7.7: Beli 3 Sandwich Cuma Rp 77 Ribu

by snc4
7 July 2026

Suaranusantara.com - ‎Promo Subway Double Date 7.7 3 Sandwich...

‎ Berburu Kuliner Hemat? Manfaatkan Promo Spesial Emados Double Date Mulai 7-12 Juli 2026
Kuliner

‎ Berburu Kuliner Hemat? Manfaatkan Promo Spesial Emados Double Date Mulai 7-12 Juli 2026

by snc4
7 July 2026

Suaranusantara.com - ‎Promo Emados Double Date Paket Spesial Rp....

Burger Bangor

‎Promo Grand Opening Burger Bangor Kartasura dan Cipocok: Beli 1 Gratis 1 hingga 5 Juli 2026

6 July 2026
Es Teler

Rayakan HUT ke-44, Es Teler 77 Gelar Promo Festival 44% Paket Hemat Mulai Rp47 Ribu

6 July 2026
Ayam Bersih Berkah

Grand Opening Ayam Bersih Berkah Cempaka Putih, Ada Promo Paket Mulai Rp6.900!

6 July 2026
Dons Burger

Promo Dons Burger Jumat Berkah: Makan Original Burger Cuma Rp11.000, Ini Syaratnya!

6 July 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

5 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

5 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

5 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

5 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung minta Dinkes DKI Jakarta tindak tegas nakes yang nyinyirin pasien BPJS (Instagram @pramonoanungw)
Nasional

Pramono Anung Minta Dinkes DKI Tindak Tegas Nakes yang Ikut Nyinyirin Pasien BPJS

by Feri Spt
7 August 2026

Suaranusantara.com- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI untuk memberikan sanksi tegas terhadap tenaga...

Dokter Tamara dipecat RS Pusri Palembang, nakes yang ikut nyinyirin pasien BPJS di media sosial (Instagram @dwarlowoffice)

Nyinyirin Pasien BPJS Sebut Playing Victims, Dokter Tamara Dipecat dari RS Pusri

7 August 2026
Menkes Budi Gunadi Sadikin bicara soal nakes yang hina pasien BPJS (Instagram @beritasemaranghariini)

Nakes dari Dokter hingga yang Berstatus Pelajar Hina Pasien BPJS, Menkes: Nggak Boleh Ada Nirempati

7 August 2026
Peringatan 17 Agustus perayaan HUT ke 81 RI (Instagram @indonesia.go.id)

Kumpulan Ucapan Inspiratif Perayaan 17 Agustus yang Singkat tapi Berkesan, Bisa Pejeng di Medsos

7 August 2026
Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka, Jakarta (Instagram @indonesia.go.id)

Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka, Apa Bedanya dengan Istana Negara? Begini Penjelasannya

7 August 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com