Suaranusantara.com- PDI Perjuangan sebentar lagi akan menggelar kongres yang dipimpin langsung oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Megawati menjadi sosok wanita yang disebut tak bakal tertandingi dan bahkan terlama dalam memimpin sebuah partai politik besar.
Megawati diketahui menjadi Ketum PDI Perjuangan sejak 22 Januari 1993. Dia memulai karir politiknya sejak 1987 dengan menjadi Anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI).
Terkait Megawati menjadi sosok yang tak tertandingi diungkapkan Anggota DPR RI fraksi PDIP Pulung Agustanto yang mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada sosok atau tokoh lain yang mampu menggantikan Megawati sebagai Ketum PDI Perjuangan.
“Ya saya pikir Bu Mega belum ada yang bisa menandingi untuk urusan seperti kayak gitu (partai),” katanya kepada awak media usai mendampingi Megawati berziarah di Makam Bung Karno, Jumat 4 Maret 2025.
Kata Pulung, Megawati masih memiliki tekad yang kuat dan tinggi untuk membenahi partai yang dia bangun. Sehingga peluang Megawati sebagai Ketum PDIP masih ada.
“Ibu (Megawati) juga masih berkemauan untuk memberesi partai. Terutama setelah politik Pemilu 2024 kemarin,” katanya.
Sayangnya, dalam kesempatan itu, saat ditanya soal agenda Kongres PDIP, Pulung mengaku belum tahu jadwal pastinya. Dia mengatakan hingga saat ini jadwal Kongres PDIP belum ditentukan.
“Sementara belum ada jadwal. Saya belum tahu update-nya,” pungkasnya.
Adapun Megawati diketahui pada Jumat 4 April 2025 melakukan ziarah ke makam Bung Karno di Blitar Jawa Timur. Megawati didampingi putri Bung Karno yang lain Sukmawati Soekarnoputri serta pimpinan DPP PDI Perjuangan ziarah ke makam Bung Karno.
Adapun sejumlah pimpinan DPP PDI Perjuangan yang ikut nyekar bersama Megawati antara lain Said Abdullah, Ahmad Basarah, Djarot Saiful Hidayat, Adian Napitupulu, Deddy Sitorus, dan Sri Rahayu.
Selain itu, mantan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, juga terlihat dalam acara tersebut. Kehadiran Megawati di makam Bung Karno juga dihadiri oleh sejumlah anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI-P, serta sejumlah kepala daerah di Jawa Timur.


















Discussion about this post