Suaranusantara.com- Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi mengaku sedih atas pernyataan mantan bosnya saat masih menjadi kader PDIP, Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang turut menyinggung soal polemik ijazah.
Jokowi mengutarakan kesedihannya itu saat usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri pada beberapa waktu lalu.
“Saya itu sebetulnya ya, sebetulnya sedih,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca, Senin 19 Mei 2025.
Ungkapan kesedihan Jokowi atas pernyataan Megawati Soekarnoputri itu mendapat tanggapan dari politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean.
Ferdinand mengatakan bahwa Jokowi sudah terlalu banyak drama.
“Jokowi ini sudah terlalu banyak main drama yah soal ijazah yang dituduhkan palsu. Dan beliau kan berpegang teguh bahwa ijazahnya asli,” ujar Ferdinand Rabu 21 Mei 2025.
Ferdinand berujar, seharusnya Jokowi tidak bersikap layaknya seperti korban ketika mendapatkan sentilan dari Megawati. Apalagi dia seorang mantan Presiden.
“Harusnya tidak perlu mewek yah, merasa sedih gimana gitu yah dengan sentilan ibu Mega. Harusnya nurani pak Jokowi itu berbicara demi kebaikan semua supaya kegaduhan ini berhenti,” tambah dia
Jika Jokowi bisa bersikap dengan hati nuraninya, Ferdinand berujar maka perdebatan tidak akan lagi terjadi, begitupun dengan pemerintah hingga aparat penegak hukum bisa mengurus pekerjaan yang jauh lebih penting.
“Supaya keterbelahan masyarakat karena masalah ini selesai, pemerintah negara, aparat hukum, tidak sibuk dengan urusan ijazah ini. Masih banyak perkara rakyat lainnya yang harus diurus Polisi,” imbuhnya.
Ferdinand bilang, jika saja Jokowi jauh sebelum hari ini berani menunjukkan ijazahnya di depan publik, maka persoalan telah selesai.
“Apa susahnya sih Jokowi sejak dulu mendeklarasikan tentang ijazah, ditunjukkan secara terbuka ke publik, kan urusan selesai,” tukasnya.
Lantaran Jokowi tak mau membuka ijazahnya itu, maka publik jadi sulit percaya dan menemukan banyak kejanggalan.
“Tapi sekarang itu semua seperti sulit. Karena rakyat sudah terlanjur tidak percaya kepada Jokowi. Dan banyak kejanggalan,” sambung dia.
Ferdinand merasa bahwa Jokowi tidak benar-benar bersedih usai disentil Megawati.
“Apa yang dilakukan pak Jokowi, mewek, berkata sedih, saya tidak percaya. Karena waktu Jokowi mengatakan sebetulnya saya sedih, wajahnya tampak senyum dan sumringah kok,” terangnya.
Ferdinand menekankan bahwa ayah dari Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, itu hanya memainkan sebuah drama demi kepentingannya.
“Jadi saya pikir itu hanya sebuah drama yang dimainkan pak Jokowi supaya seolah-olah terkesan dizalimi dengan luar biasa untuk menarik simpati publik,” tandasnya.
Ferdinand merasa kecewa, sebab Jokowi yang sebenarnya merupakan ‘produk’ PDIP sebelum pada akhirnya berkhianat, tidak menampilkan sikap negarawan.
“Saya kecewa sekali melihat pak Jokowi tidak mau bersikap negarawan, tidak melindungi rakyat, justru berhasrat memenjarakan rakyatnya, ini luar biasa bagi saya,” kuncinya.


















Discussion about this post