Suaranusantara.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka mengaku sedih melihat kondisi dunia ketenagakerjaan di Indonesia.
Hal ini menyusul dari membeludaknya pengunjung job fair di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Rieke menuturkan ada sekitar 25.000 pencari kerja memadati job fair yang hanya menyediakan 3.000 lowongan pekerjaan.
Kepadatan itu bahkan menyebabkan kericuhan dan korban pingsan.
“Anak-anak kita berdesakan, saling injak, bahkan sampai baku hantam. Saya sedih sekali melihat ini,” tulis Rieke dalam unggahan Instagram yang dikutip Sabtu (31/5/2025),
Menurutnya, situasi ini mencerminkan persoalan ketenagakerjaan yang mendesak, khususnya bagi lulusan baru SMA dan SMK.
Rieke lalu menjelaskan, bahwa pada tahun 2025, jumlah lulusan SMA dan SMK di Jawa Barat mencapai 618.180 orang, dan diperkirakan meningkat menjadi 634.624 orang pada 2026.
Kondisi ini diperparah dengan jumlah lowongan yang sangat terbatas, sebagaimana yang terlihat di job fair Bekasi, sehingga persaingan semakin ketat dan berpotensi memicu masalah sosial.
“Pertanyaannya, setelah SMA/SMK, anak-anak ini mau ke mana?” kata Rieke.
“Kita sering dengar soal ‘Indonesia Emas’ dan ‘bonus demografi’, tetapi tanpa manajemen yang baik, ini bisa berubah jadi bencana demografi,” tambahnya.

















Discussion about this post