Suaranusantara.com- Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi disebut oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka, bikin heboh karena mengatakan ayahanda Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka memenuhi syarat sebagai nabi. Pernyataan ini disampaikan Dedy di akun X pribadinya.
“Jadi nabi pun sebenarnya beliau ini sudah memenuhi syarat, cuman sepertinya beliau menikmati menjadi manusia biasa dengan senyum selalu lebar ketika bertemu dengan rakyat. Sementara di dunia lain masih ada saja yang tidak siap dengan realitas bahwa tugas kenegaraan beliau sudah selesai dengan paripurna,” tulis Dedy, seperti dilihat di X @DedynurPalakka Jumat 13 Juni 2025.
Jokowi menanggapi pernyataan Dedy yang menyebut dirinya memiliki syarat menjadi nabi.
“Nabi terakhir itu Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam,” kata Jokowi saat ditanya wartawan di kediaman pribadinya di Sumber, Banjarsari, Solo, dilansir detikJateng, Jumat.
Lantaran itu, Jokowi pun meminta Dedy untuk berpikir secara rasional
“Kalau ada pemikiran seperti itu, mikir yang rasional sajalah,” sambung dia.
Sebelumnya, pegiat media sosial Jhon Sitorus sempat mengkritik keras atas pernyataan Dedy tersebut di akun media sosial X nya.
Jhon Sitorus pun mengingatkan Dedy untuk hati-hati dalam membuat pernyataan. Sebab, bisa-bisa akan menimbulkan kontroversi dan ini sangat berlebihan.
“Hati-hati kalo bicara soal Nabi bro Dedy,” ujar Jhon di X @jhonsitorus_19 dilihat Rabu 11 Juni 2025.
Jhon pun mempertanyakan maksud Dedy dalam menyebut Jokowi sebagai nabi.
Bagi Jhon, perlu dijelaskan secara spesifik umat agama mana yang dimaksud agar tidak menimbulkan salah tafsir di publik.
“Jokowi jadi Nabi umat agama mana yang kau maksud? Harus diperjelas agar tidak menimbulkan polemik,” lanjutnya.
Jhon menyatakan bahwa ia memahami semangat loyalitas Dedy terhadap Jokowi. Akan tetapi menyamakan presiden dengan nabi bukanlah pernyataan yang tepat.
“Saya tau semangat anda begitu membabi buta mencintai Jokowi. Tetapi menyebut Jokowi sudah memenuhi syarat sebagai nabi itu berlebihan,” tukasnya.
Jhon kemudian mengutip definisi nabi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang menyebut bahwa nabi merupakan orang yang menyampaikan pesan dari Tuhan kepada manusia. Dari sini, Jhon menyampaikan dua pertanyaan mendasar.
“Pertama, jika anda mengatakan Jokowi memenuhi syarat sebagai Nabi, maka itu artinya Jokowi menerima Wahyu dari Tuhan secara langsung. Di kau harus bisa buktikan itu agar tidak jadi polemik,” imbuhnya.
Lalu Jhon pun mempertanyakan soal sifat kenabian. Di sisi Jokowi bagian mana yang memiliki sifat kenabian itu.
“Kedua, memiliki sifat kenabian. Sifat kenabian seperti apa yang engkau maksud bang?,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyinggung bahwa selama satu dekade kepemimpinan Jokowi, belum pernah ada yang menyatakan bahwa Presiden memiliki sifat kenabian, kecuali Dedy sendiri.
“10 tahun Jokowi jadi presiden RI, tidak ada 1 pun manusia yang mengatakan Jokowi memiliki sifat kenabian, kecuali anda sendiri,” sebutnya.
Jhon menegaskan bahwa pernyataan Dedy perlu diperjelas untuk menghindari kesalahpahaman publik.
“Maka saya tanya, Nabi umat agama mana yang anda maksud? Itu harus jelas,” pungkasnya.


















Discussion about this post