Suaranusantara.com- Profesor Paiman Raharjo mantan Wakil Menteri Desa sekaligus Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) akhirnya angkat bicara soal tudingan yang di mana dirinya dituduh ikut terlibat dalam pembuatan ijazah palsu Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Paiman membantah dengan tegas bahwa tudingan itu tidaklah benar. Paiman berujar tudingan itu fitnah kejam dengan alasan yang tidak mendasar.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa ijazah Jokowi dibuat di Pasar Pramuka dan Profesor Paiman dituding ikut terlibat dalam pembuatannya.
Bantahan itu disampaikan dengan tegas oleh Paiman melalui sebuah video. Dalam videonya, Paiman mengatakan bahwa Jokowi adalah sah lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Saya ingin mengklarifikasi berita yang beredar bahwa Paiman Raharjo Wamendes terlibat dalam pembuatan ijazah palsu Jokowi. Perlu saya sampaikan bahwa sesuai penjelasan dari UGM Fakultas Kehutanan, Jokowi sah lulusan dari UGM,” ujar Paiman dikutip pada Kamis 26 Juni 2025.
Terkait tudingan membuat ijazah palsu, Paiman menegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar.
“Terkait tuduhan ijazah palsu yang dibuat di Pramuka, bisa saya pastikan itu tidak benar,” tegasnya.
Kendati demikian, Paiman mengaku dirinya memang membuka usaha percetakan dan fotokopy. Hal itu, dia lakukan semata-mata untuk membiayai pendidikan dirinya sendiri dan berlangsung dalam periode terbatas.
“Saya memang usaha percetakan dan fotokopi dalam rangka agar bisa sekolah, yaitu tahun 1997 sampai 2002. Setelah itu saya tidak lagi punya usaha di Pramuka karena saat itu sudah menjadi Kaprodi Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Prof. Dr. Moestopo,” jelasnya.
Lebih lanjut, Paiman meminta publik memverifikasi bahwa sejak tahun 2002 hingga 2003, dirinya sudah aktif sebagai Kaprodi, bukan lagi pelaku usaha percetakan.
“Bisa dicek tahun itu, 2002 sampai 2003 saya sudah menjadi Kaprodi,” tandasnya.
Menanggapi narasi liar yang kini menyebut-nyebut nama-nama lain seperti Anggit, David, dan Widodo, Paiman menilai bahwa tudingan terhadap dirinya hanya lanjutan dari rangkaian fitnah keji.
“Kemarin menyebutkan keterlibatan Anggit, David, Widodo, dan sekarang menyebutkan keterlibatan Paiman Raharjo. Saya pastikan itu fitnah yang sangat jahat dan keji,” tegasnya lagi.
Ia pun meminta agar pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan itu segera bertobat dan menghentikan penyebaran fitnah.
“Saya kira perlu bertaubat dan mengakhiri, jangan sampai banyak lagi yang difitnah sehingga semakin banyak dosa yang dibuat,” pungkasnya.


















Discussion about this post