Suaranusantara.com- Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang guru ngaji di Tebet bikin geram anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina.
Ia mengaku prihatin dan mengecam keras aksi bejat tersebut, apalagi pelaku diketahui mencabuli hingga sepuluh santri perempuan.
Politikus PDI Perjuangan ini menyayangkan insiden tersebut karena bukan hanya melanggar hukum, tapi juga mencoreng nilai-nilai agama. Selly menilai posisi guru ngaji di masyarakat sangat dihormati, dan pengkhianatan terhadap kepercayaan itu menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan agama.
Baca Juga:Â Guru Ngaji di Tebet Diduga Cabuli 10 Santri, Polisi: Korban Diancam dan Diiming-Imingi Uang
“Kasus ini harus menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan agama di Indonesia. Terlebih dalam banyak komunitas, guru ngaji memiliki posisi yang dihormati dan dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.
Selly menegaskan bahwa kasus ini harus jadi peringatan besar bagi pemerintah dan masyarakat. Ia meminta rekrutmen guru agama diperketat dan pengawasan lebih aktif agar tak ada lagi anak-anak yang jadi korban kejahatan serupa.
Baca Juga:Â Cabuli 10 Santri, Guru Ngaji Di Tebet Diringkus Polisi
“Karena itu kepercayaan ini tidak boleh disalahgunakan, dan lembaga-lembaga keagamaan harus mulai menerapkan sistem pengawasan dan rekrutmen yang ketat terhadap para pengajarnya, termasuk verifikasi rekam jejak dan integritas moral,” ucapnya


















Discussion about this post