Suaranusantara.com- Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno telah melaporkan harta kekayaan ke dalam laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 20 Maret 2025 lalu.
Harta kekayaan Rano Karno setelah menjabat sebagai Wagub DKI Jakarta dilihat dari laman LHKPN mencapai Rp.17.067.442.999 atau Rp.17,06 miliar.
Dilihat-lihat, harta kekayaan Rano Karno menyusut dari laporan sebelumnya pada 31 Maret 2024 yakni Rp.18.493.410.489 atau Rp.18,49 miliar.
Dari total harta kekayaan Rp.17,06 miliar itu, tercatat aset terbesar Rano Karno ada pada harta tak bergerak yakni properti berupa tanah dan bangunan.
Rano Karno memiliki aset properti sebesar Rp.13.255.300.000. Tanah dan bangunan tersebar di sejumlah wilayah meliputi Bogor, dua di Jakarta Selatan dan di Bandung.
Lalu Rano juga tercatat memiliki harta bergera yakni Kemudian alat transportasi dan mesin yang mencapai Rp.784.900.000.
Alat transportasi dan mesin itu di antaranya Toyota Alphard tahun 2017 senilai Rp.327.600.000, Toyota Innova tahun 2017 senilai Rp.123.979.600.
Kemudian ada Mitshubishi Pajero tahun 2016 senilai Rp.209.570.400 dan Honda Jazz tahun 2015 senilai Rp.123.750.000.
Harta bergerak lainnya Rp195.053.704, surat berharga Rp675.000.000, kas dan setara kas Rp2.017.189.295.
Berbeda dengan Rano yang mengalami penyusutan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung justru mengalami kenaikan.
Pramono tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp.10 miliar.
Dalam LHKPN 2025 itu, Pramono Anung tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp114.518.499.429 atau lebih dari Rp114,5 miliar.
Kenaikan Rp.10 miliar itu berdasarkan laporan LHKPN pada 18 Maret 2024 untuk periode 2023, Pramono tercatat memiliki harta kekayaan Rp104.285.030.477 atau Rp104,28 miliar


















Discussion about this post