Suaranusantara.com- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan kepada jajaran Dinas Pendidikan untuk menggaet layanan konseling terkait mencegah kasus bullying atau perundungan di sekolah.
Pramono menyampaikan demikian menyusul peristiwa ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat 7 November 2025 lalu.
Ledakan di SMAN 72 Jakarta itu dilakuka oleh pelaku yang merupakan siswa di sekolah tersebut. Kabarnya pelaku merupakan korban bullying di sekolah.
Pramono berharap dengan Dinas Pendidikan menggandeng layanan konseling, maka tidak ada lagi kasus bullying yang terjadi khususnya di wilayah DKI Jakarta.
“Saya sudah meminta kepada Dinas Pendidikan bekerjasama dengan jajaran terkait, terutama untuk konseling, untuk merumuskan bahwa bullying jangan sampai terjadi kembali di wilayah Jakarta,” ujar Pramono di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 19 November 2025.
Pramono menegaskan, dengan adanya kerjasama layanan konseling itu bisa mengurangi kejadian serupa. Ia berharap tidak ada lagi perundungan atau bully di lingkungan sekolah.
“Dan saya memang berkeinginan bahwa bullying atau perundungan tidak terjadi di Jakarta,” bebernya.
Pramono juga sebelumnya mengaku sedang menyiapkan aturan untuk mencegah anak-anak dengan mudah menonton konten kekerasan di internet.
Upaya ini dilakukan pasca ledakan di SMAN 72 Jakarta. Di mana pelaku ledakan yang merupakan siswa di skeolah tersebut melakukan hal itu lantaran dipicu konten-konten kekerasan di media sosial (medsos).
“Sekarang sedang dirumuskan oleh Dinas Pendidikan agar tidak semua anak itu dengan gampang melihat apa, peristiwa-peristiwa atau kejadian seperti yang di YouTube yang kemudian menginspirasi anak-anak kita untuk melakukan seperti yang terjadi di SMA 72,” ucap Pramono saat ditemui di Halaman Masjid Al Ikhlas, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 18 November 2025.
Aturan tersebut masih disiapkan dan akan dijelaskan lebih lengkap setelah pembahasannya selesai.


















Discussion about this post