Suaranusantara.com – Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, menyatakan bahwa kenaikan harga tiket pesawat yang cukup drastis masih berpotensi terjadi pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ( Nataru 2025/2026).
Ia pun mengingatkan pemerintah untuk menangani masalah tarif ini dengan serius.
Mori juga menyoroti sejumlah isu lain, mulai dari kekurangan armada pesawat, kenaikan tarif transportasi darat yang tidak wajar, hingga kesiapan keselamatan penyeberangan laut.
Jadi memang masih ada kemungkinan isu kenaikan harga tiket pesawat yang gila-gilaan masih akan terjadi pada Nataru kali ini, kata Mori dalam keterangannya, Selasa (25/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa sektor penerbangan masih kekurangan armada pascapandemi Covid-19. Padahal, pemerintah telah mengucurkan sekitar Rp22 triliun untuk Garuda Indonesia dan Citilink guna pembelian serta perawatan pesawat. Namun penambahan armada diperkirakan baru rampung pada tahun 2032.
Di sektor transportasi darat, Mori mengkritik tindakan kenaikan tarif yang tidak sesuai aturan tuslah yang ditetapkan pemerintah.
“Tuslah resmi hanya 20–30 persen, tapi kenaikannya bisa 100 persen,” tandasnya.
Legislator Partai NasDem itu meminta Kementerian Perhubungan untuk mengawasi secara ketat praktik kenaikan tarif yang tidak wajar tersebut.
Sementara untuk transportasi laut, Mori menilai sudah ada perbaikan, khususnya pada layanan penyeberangan. Namun, ia mendesak pentingnya pendataan nyata penumpang agar keselamatan benar-benar terjamin.
Mori menegaskan bahwa pengawasan ketat dan penerapan aturan disiplin menjadi kunci agar Nataru 2025 berjalan aman, nyaman, dan terhindar dari gejolak harga transportasi yang memberatkan masyarakat.


















Discussion about this post