Suaranusantara.com- Krisis iklim dan konflik geopolitik menjadi topik utama dalam pertemuan antara Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua CPPCC China Wang Huning di Gedung DPR RI, Jakarta.
Puan menyampaikan keprihatinannya terhadap bencana alam yang kini melanda beberapa wilayah Indonesia dan menilai kondisi tersebut sebagai bukti bahwa perubahan iklim berada pada fase mengkhawatirkan.
Pertemuan itu turut dihadiri Ketua Komisi I DPR Utut Adianto dan anggota BKSAP DPR Pinka Hapsari. Dalam pembahasan, Puan menegaskan bahwa tantangan global seperti krisis iklim harus dihadapi bersama, dengan setiap negara menjalankan komitmen yang telah disepakati demi mencegah krisis yang lebih besar.
“Yang Mulia, krisis iklim dan konflik geopolitik terus menjadi perhatian kita. Bagi Indonesia, krisis iklim sudah pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Banjir dan longsor saat ini melanda berbagai wilayah di Indonesia,” ucap Puan.
Puan juga memaparkan pandangannya mengenai situasi geopolitik dunia. Menurutnya, konflik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, Semenanjung Korea, serta perang Rusia-Ukraina, membutuhkan solusi damai yang bisa bertahan jangka panjang. Ia menekankan bahwa perdamaian hanya dapat dicapai melalui kolaborasi internasional.
“Kami yakin solusi damai yang permanen hanya dapat terwujud melalui kerja sama internasional,” ujar Puan.
Selain isu global, Puan memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali menegaskan pentingnya hubungan bilateral Indonesia-China. Ia menyebut bahwa kedua negara telah menjalin kemitraan selama 75 tahun dan menyampaikan bahwa China merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di tingkat global.
Ia kemudian merujuk pada sejumlah agenda tingkat tinggi, termasuk kunjungan Presiden Prabowo ke Beijing pada peringatan 80 tahun kemenangan rakyat Tiongkok.
Dalam bidang ekonomi, Puan menyoroti berbagai bentuk kerja sama yang sudah disepakati kedua negara. Ia berharap kolaborasi ini tidak hanya membawa manfaat bagi Indonesia dan China, tetapi juga membantu memperkuat perekonomian negara-negara berkembang di kawasan Global South.
“Saya berharap Indonesia dan Tiongkok dapat terus membangun dan mengembangkan kerja sama yang konstruktif untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan kedua negara. Sekaligus turut berkontribusi untuk kemajuan ekonomi negara-negara berkembang atau Global South,” ujarnya.


















Discussion about this post