Suaranusantara.com – Sekretaris Badan Kebijakan Transportasi (BKT), Rizal, menyampaikan bahwa pergerakan angkutan penyeberangan pada periode angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mengalami peningkatan sebesar 35,05 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
Sementara itu, pergerakan angkutan jalan justru mengalami penurunan sebesar 5,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data tersebut diperoleh berdasarkan hasil rapat evaluasi BKT bersama Kementerian Perhubungan terkait pelaksanaan pelayanan transportasi selama periode Nataru, yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
“Dalam hal kecepatan dan waktu tempuh rata – rata kumulatif kendaraan di ruas jalan tol Jakarta – Semarang terdapat peningkatan dari periode yang sama tahun lalu dari 81,54 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam 21 menit menjadi 85,69 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam 4 menit,” kata Rizal.
Untuk ruas tol Semarang–Jakarta, lanjut Rizal, juga terjadi peningkatan kinerja lalu lintas, dari kecepatan rata-rata 77,73 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam 38 menit menjadi 85,73 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam 4 menit.
Selain itu, indeks kepuasan masyarakat pengguna angkutan jalan pada penyelenggaraan Nataru 2025/2026 tercatat sebesar 85,32 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 83,98 persen. Sementara pada angkutan penyeberangan, tingkat kepuasan masyarakat mencapai 93,31 persen, naik dari 89,59 persen pada tahun lalu.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, berharap hasil evaluasi penyelenggaraan angkutan Nataru tersebut dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi rencana operasi angkutan Lebaran tahun ini.
“Kami berharap hasil evaluasi penyelenggaraan angkutan Nataru dari tiap-tiap stakeholders dapat menjadi saran atau rekomendasi dasar dalam penyusunan strategi rencana operasi angkutan lebaran tahun ini. Sehingga nantinya pelaksanaannya bisa berjalan lebih baik lagi,” pungkas Aan.


















Discussion about this post