Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto berencana akan membangun Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) di lahan bekas Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris, di dekat Bundaran HI, Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menanggapi rencana Prabowo itu dengan mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan menindaklanjuti arahan Presiden.
“Yang pertama, apa pun pasti Pemerintah DKI Jakarta menindaklanjuti arahan Presiden kalau memang Presiden ingin membangun di gedung apa yang dulu dipakai oleh Kedutaan Besar Inggris. Jadi intinya itu,” kata Pramono di Jakarta Timur, Senin 9 Februari 2026.
Kata Pramono, area tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat provinsi (heritage). Pembangunan bisa dilakukan asal tidak melanggar aturan.
“Tetapi memang seperti diketahui, di tempat itu telah ditetapkan menjadi heritage provinsi. Maka dengan demikian, kalau harus ada pembangunan gedung, tentunya peraturannya yang harus kita jalankan, tetapi tidak melanggar prinsip dan arahan yang dilakukan oleh Bapak Presiden untuk membangun gedung itu,” ujarnya.
Pramono mengatakan kewenangan pembangunan di lahan itu ada di pemerintah pusat.
“Untuk urusan pembangunan tentunya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, tetapi persyaratan lapangannya Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan support untuk itu,” ucapnya.
Sementara, Pemprov DKI akan memberikan dukungan dari sisi persyaratan lapangan dan perizinan sesuai aturan.
“Oh iya,” ujar Pramono saat ditanya apakah pembangunan gedung di lokasi tersebut masih memungkinkan.
Prabowo sebelumnya menyampaikan rencana itu saat Munajad Bangsa dan Pengukuhan Pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu 7 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan komitmennya memperkuat peran ulama dan lembaga keumatan.
“Saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam seperti Badan Zakat Nasional dan lembaga-lembaga lain,” kata Prabowo.
Prabowo menyebut gedung tersebut juga akan bisa dimanfaatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang membutuhkan ruang. Dia sempat menyinggung rencana pembangunan gedung bertingkat tinggi di lokasi tersebut.
“Permintaan Imam Besar Istiqlal Profesor Nasaruddin kepada saya beberapa bulan yang lalu. Beliau juga sebagai Menteri Agama menyampaikan, ‘Pak, kantor MUI sekarang nggak jelas di mana.’ Saya pun maaf, tidak tahu persis di mana kantor MUI,” ucapnya.


















Discussion about this post