Suaranusantara.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah soal tudingan Kemenkeu disebut tak memiliki dana untuk pencarian Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) BPJS Kesehatan.
Purbaya dalam rapat bersama DPR RI, Senin 9 Februari 2026 menjelaskan bahwa pemerintah memiliki anggaran untuk pencairan PBI BPJS Kesehatan.
Anggaran pencairan PBI BPJS Kesehatan, Purbaya mengatakan sudah masuk dalam DIPA Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp 56,4 triliun.
“Jadi kita sudah alokasikan iuran untuk PBI JKN tahun 2026 itu sebesar Rp 56,4 triliun, yang Rp 46,4 triliun sudah masuk dalam DIPA Kementerian Kesehatan dan sudah siap digunakan,” kata Purbaya saat Rapat Konsultasi Pimpinan Komisi DPR RI dengan Pemerintah terkait Jaminan Sosial yang disiarkan virtual, Senin 9 Februari 2026.
Selain itu, juga masih ada sisa anggaran sebesar Rp.10 triliun yang sudah masuk dalam DIPA Kemenkes.
Anggaran itu, kata Purbaya bisa digunakan Kemenkes misal untuk pembiayaan PBI atau modal iuran.
“Jadi tergantung Kementerian Kesehatan maunya apa, mau diapain. Kita belum clear mau dipakai dia untuk pembiayaan PBI atau menaikkan modal iuran, terserah,” ujarnya.
Anggaran itu memang diakui Purbaya saat ini masih dalam blokir lantaran menunggu kejelasan dasar kebijakan pemanfaatannya.
“Tapi sampai sekarang belum putus. Begitu keluar, besok saya bayar,” sambung dia
Selain itu, dia mengatakan pemerintah juga masih mencadangkan anggaran bantuan iuran PBI-JK sebesar Rp10 triliun dalam pos Bendahara Umum Negara (BA BUN).
Dia mengatakan anggaran itu juga masih menunggu keputusan kebijakan lebih lanjut.
“Jadi kalau Anda kurang, cepat-cepat minta ke Kementerian Kesehatan biar dibereskan kebijakannya mau diapain, saya keluarkan secepatnya. Uangnya ada,” ujar Purbaya.
Purbaya pun menepis isu jika pencairan dana tersendat karena masalah kas negara.
“Jadi tadi Menteri Kesehatan klaim katanya uangnya lambat gara-gara mereka curiga saya nggak punya uang. Uang saya banyak, tahun lalu aja Rp270 triliun nggak bisa dipakai itu, tapi di luar anggaran ya,” katanya.
Purbaya memastikan posisi keuangan pemerintah dalam kondisi kuat.
“Jadi kalau dalam cash, isu cash nggak ada masalah. Anda minta, saya kasih. Kami siap mendukung program ini dengan sepenuh hati asal clear, jangan sampai saya bayar terus nggak jelas uangnya dipakai apa,” imbuh dia.


















Discussion about this post