Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto selama 1,5 tahun ini kerap melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri. Terakhir pada Minggu lalu, di mana Prabowo ke Paris guna bertemu Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo yang kerap ke luar negeri, jadwalnya sudah diatur sejak setahun sebelumnya.
“Jadwal harus 1 tahun sebelumnya,” kata Teddy, dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin malam 1 Juni 2026.
Namun, ia menuturkan, ada pula kunjungan mendesak mengikuti kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri.
“Perkembangan dunia global itu sangat dinamis, hari per hari. Nah, jadi ada jadwal tahunan, dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara,” ucap Teddy.
Lalu Teddy juga menjelaskan terkait jumlah rombongan. Menurut Teddy, rombongan kali ini sudah dikurangi banyak dari yang sebelumnya 120 orang menjadi sekitar 50-60 orang.
Teddy juga menjelaskan soal biaya perjalanan ke luar negeri di mana, sepenuhnya ditanggung oleh dana pribadi Prabowo jika lebih dari yang dianggarkan.
Teddy mengungkap bahwa kunjungan Prabowo ke luar negeri bukan bermaksud untuk gagah-gagahan.
“Jadi salah besar, kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir,” tegas Teddy.
Teddy mengungkapkan, ada banyak capaian yang didapat Indonesia dari kunjungan Prabowo yang berimplikasi pada kedekatan hubungan antar kepala negara.
Lewat kedekatan itu, Indonesia resmi bergabung dengan BRICS—sebuah organisasi yang menyeimbangkan dominasi ekonomi negara maju dan memperkuat suara negara di belahan bumi selatan.
Melalui kunjungan luar negeri pula, Indonesia kini mendapat tarif dagang 0 persen dari Uni Eropa untuk komoditas tertentu.
“Ada 25 negara di situ (Uni Eropa -red). Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025,” bebernya.
Teddy mengatakan salah satu hasil dari kunjungan Prabowo ke luar negeri yakni saat berkunjung ke Korea Selatan dan Jepang menghasilkan komitmen investasi senilai Rp 575 triliun.
“Sekarang kita punya alat pertahanan yang kuat sekarang. Dan itu dari banyak sekali negara, Prancis, Amerika, Rusia, Cina, Inggris, Eropa, banyak negara,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjabarkan, pemerintahan Prabowo berperan aktif dalam misi kemanusiaan Palestina.
Berbagai bantuan diberikan melalui drop-off logistik dari udara beberapa kali. Menurut dia, tidak semua negara bisa melakukan tindakan itu.
“Tidak semua negara bisa, kenapa? Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat. Kemudian kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina. Kita menyekolahkan anak-anak Palestina di universitas di Indonesia, sekarang mungkin sudah sampai 100 orang yang sudah sekolah di sini, dan lain sebagainya,” tandas Teddy.


















Discussion about this post