Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Dihadapan Pelaku Pasar Modal, Ibas: Patriotisme Ekonomi Harus Dibangun di Atas Etika, Integritas dan Kepercayaan

snc4 by snc4
5 June 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
3
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com– Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono mengajak seluruh pelaku pasar modal, investor, akademisi, dan generasi muda untuk membangun patriotisme ekonomi melalui penguatan etika, integritas, dan kepercayaan publik sebagai fondasi utama kemajuan ekonomi nasional.

Ajakan tersebut disampaikan Ibas/EBY dalam Diskusi Kebangsaan bertajuk “Membangun Patriotisme Ekonomi Melalui Etika, Integritas, dan Kepercayaan Publik: Dari Investor Menjadi Pemilik Masa Depan Indonesia” yang digelar di Kompleks MPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Dalam sambutannya, Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan bahwa tantangan dunia saat ini semakin kompleks. Persaingan geopolitik global, ketegangan ekonomi antarnegara, hingga perkembangan teknologi yang sangat cepat telah mengubah lanskap perekonomian dunia.

BACAJUGA

EBY Ajak Generasi Muda Kendal Berinovasi dan Manfaatkan Teknologi untuk Ciptakan Peluang Kerja

Ibas Dorong UMKM dan Batik Kendal Naik Kelas, Perluas Akses Permodalan dan Pasar

“Geoekonomi menunjukkan bahwa pertarungan utama saat ini bukan lagi soal senjata, melainkan soal modal, data, dan investasi. Dalam kondisi seperti ini, satu hal menjadi yang paling krusial, yaitu kepercayaan,” ujarnya.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut, kepercayaan merupakan modal yang tidak kalah penting dibandingkan sumber daya alam maupun kekuatan finansial. Kepercayaan menjadi faktor yang menentukan masuk atau keluarnya investasi, sekaligus menjadi fondasi stabilitas ekonomi suatu negara.

Mengutip ekonom peraih Nobel Robert Shiller, ia mengatakan bahwa unsur terpenting dalam ekonomi adalah kepercayaan.

“Ekonomi tidak berdiri di atas modal saja, tetapi berdiri di atas kepercayaan. Ketika kepercayaan tumbuh, investasi akan datang. Ketika investasi datang, pertumbuhan ekonomi akan bergerak lebih cepat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII itu juga memaparkan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20, Indonesia didukung oleh populasi besar, bonus demografi, pasar domestik yang kuat, serta sumber daya alam yang melimpah.

Selain itu, stabilitas fiskal dan moneter yang terus dijaga menjadi modal penting menghadapi berbagai tantangan global yang masih berlangsung.

“Indonesia memiliki semua faktor penggerak yang dibutuhkan untuk maju. Kita memiliki sumber daya, pasar yang besar, generasi muda yang produktif, dan ketahanan ekonomi yang terbukti mampu menghadapi berbagai krisis,” ujarnya.

Lulusan S3 IPB University tersebut menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus bermuara pada tujuan bernegara sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Karena itu, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya diukur dari angka, tetapi juga harus mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Dalam konteks pasar modal, Ibas yang kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN Indonesia itu menilai bahwa pasar modal merupakan cerminan tingkat kepercayaan terhadap masa depan perekonomian Indonesia.

Ia mencontohkan bagaimana pasar modal Indonesia terus berkembang dan menunjukkan daya tahan yang kuat setelah melewati berbagai periode krisis.

“Pasar modal adalah cermin kepercayaan. Dari berbagai krisis yang pernah kita hadapi, Indonesia terus tumbuh, belajar, dan bangkit. Kita memang masih berkembang dibandingkan pasar global yang lebih maju, tetapi justru di situlah letak peluang besar Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan bahwa di tingkat global, berbagai indikator investasi dan peringkat kredit menjadi barometer yang menunjukkan tingkat kepercayaan dunia terhadap sebuah negara.

Oleh sebab itu, penerapan tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas harus terus diperkuat.

“Good governance bukan pilihan, melainkan keharusan. Kepercayaan tidak dapat dibangun hanya dengan narasi, tetapi harus dibuktikan melalui tata kelola yang baik, konsistensi kebijakan, dan integritas seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Dalam pidatonya, lulusan S2 Nanyang Technological University (Singapura) itu juga mengingatkan bahwa sejarah ekonomi dunia menunjukkan setiap krisis selalu melahirkan peluang baru bagi mereka yang memiliki kesiapan dan perspektif jangka panjang.

Ia mengutip pandangan investor legendaris Warren Buffett yang menyatakan bahwa investor harus mampu melihat peluang ketika banyak orang diliputi ketakutan.

“Setiap krisis melahirkan pemenang baru bagi mereka yang siap. Investasi adalah maraton, bukan sprint. Yang bertahan dan berhasil adalah mereka yang memahami fundamental, menghargai nilai jangka panjang, dan menjaga disiplin,” ujarnya.

Ia juga mengajak para investor untuk membedakan investasi dengan spekulasi sebagaimana diajarkan Benjamin Graham.

“Investor harus bertindak sebagai investor, bukan spekulan. Ekonomi membutuhkan kesabaran, pasar membutuhkan konsistensi, dan bangsa membutuhkan kepercayaan,” katanya.

Lebih lanjut, Edhie Baskoro menegaskan bahwa investor memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional karena sesungguhnya mereka bukan sekadar pencari keuntungan, melainkan bagian dari pemilik masa depan bangsa.

“Investor adalah pemilik masa depan. Trader adalah penjaga likuiditas dan efisiensi pasar. Namun keduanya wajib berpijak pada etika. Tanpa etika, pasar kehilangan kepercayaan. Dan tanpa kepercayaan, pasar kehilangan masa depan,” tegasnya.

Menurutnya, inilah yang disebut sebagai patriotisme ekonomi, yakni ketika aktivitas investasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi keuangan, memperluas partisipasi investor domestik, menjaga integritas pasar modal, serta membangun ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Mari kita bangun bersama literasi keuangan yang kuat, investor domestik yang tangguh, pasar yang berintegritas, dan ekonomi yang berkelanjutan. Sebab bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang kaya, tetapi bangsa yang dipercaya,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Ibas menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaga etika, integritas, dan kepercayaan sebagai budaya bersama.

“Jika etika menjadi fondasi, integritas menjadi karakter, dan kepercayaan menjadi budaya, maka Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi besar dunia. Dari investor menjadi pemilik, dari pemilik menjadi penggerak, dan dari penggerak menjadi pembangun masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, para peserta diskusi yang berasal dari kalangan pelaku pasar modal, akademisi, praktisi, dan investor menilai bahwa tantangan utama yang dihadapi pasar modal Indonesia saat ini bukan hanya terkait pergerakan IHSG maupun nilai tukar rupiah, melainkan persoalan kepercayaan investor yang dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan, perubahan regulasi yang dinilai kurang konsisten, serta komunikasi publik yang belum efektif.

Mereka menekankan pentingnya kepastian hukum, transparansi tata kelola, penguatan pengawasan pasar modal, dan sosialisasi kebijakan yang lebih baik guna menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun global.

Selain itu, para peserta juga mendorong penguatan literasi keuangan dan kualitas investor, percepatan reformasi pasar modal, serta penyederhanaan berbagai proses pendanaan seperti IPO dan right issue untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan investasi global. Mereka berharap pemerintah dan regulator dapat menghadirkan kebijakan yang lebih terukur, konsisten, dan berpihak pada iklim investasi, sekaligus memperkuat peran pasar modal sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Sejumlah anggota DPR RI yang hadir dalam forum turut menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan pasar melalui kebijakan yang konsisten dan transparan. Hillary Brigitta Lasut menekankan perlunya integrasi antar kementerian dalam penyusunan kebijakan ekonomi serta perluasan edukasi keuangan kepada masyarakat. Senada dengan itu, Achmad menegaskan bahwa kepastian hukum dan regulasi yang jelas merupakan kunci untuk meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, dan sektor swasta.

Di sisi lain, Wahyu Sanjaya dan Marwan Cik Asan berharap pengesahan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat sektor keuangan nasional sekaligus memulihkan kepercayaan pasar. Adapun Fathi menilai tantangan utama saat ini terletak pada persepsi dan kredibilitas informasi yang diterima pasar, sehingga komunikasi kebijakan publik yang lebih baik menjadi faktor penting untuk menjaga optimisme investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat.

Menutup diskusi, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat tersebut berharap berbagai masukan yang disampaikan para pelaku pasar modal, akademisi, investor, dan anggota DPR RI dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang semakin memperkuat kepercayaan publik, meningkatkan daya saing pasar modal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat.

Tags: EkonomiIbasWakil Ketua MPR RI
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Nasional

Bahas RUU Perampasan Aset Saat Reses, Komisi III DPR Libatkan 20 Elemen Masyarakat

by snc4
26 October 2026

Suaranusantara.com- Organisasi mahasiswa, dosen, advokat, dan kalangan cendekiawan akan...

Wakil Ketua MPR RI Ibas
Nasional

Ibas Dorong Santri Kendal Kuasai Ilmu Agama dan Keterampilan Kerja untuk Menjawab Tantangan Zaman

by snc4
26 October 2026

Suaranusantara.com — Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi...

Hindun Anisah

Badan Pengkajian MPR RI Serap Masukan Akademisi di UNDIP untuk Penyempurnaan PPHN

26 October 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat bicara soal OMC (Instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Akan Alokasikan Anggaran Buat Modifikasi Cuaca: OMC Turunkan Polusi, Masyarakat Happy

26 October 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal dugaan pelari JRF 2026 terobos barikade besi (Instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Angkat Bicara Soal Pelari JRF 2026 Diduga Terobos Barikade

26 October 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka loker Pengawal Energi (Instagram @bahlillahadalia)

Bahlil Cari Pengawal Energi, Ini Syaratnya

26 October 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

7 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

7 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

7 months ago
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

7 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka program Pengawal Energi (Instagram @bahlillahadalia)
Nasional

Bahlil Buka Loker Pengawal Energi, Berapa Gajinya? Ini Rincian Gaji hingga Tunjangan Setara UMR

by Feri Spt
26 October 2026

Suaranusantara.com- Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka lowongan pekerjaan (loker) bagi para generasi muda...

Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali (Dok Suaranusantara)

PSI Pertanyakan Urgensi Soal Ajakan Dialog Terbuka Bahas Ijazah Gibran

26 October 2026
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bicara soal lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme (Instagram @updatenusantaracom)

PKS Ajak Dialog Terbuka Soal Ijazah Gibran, PDI Perjuangan Sambut Positif

26 October 2026
Wapres RI Gibran Rakabuming Raka saat pidato di KTT G20 Afsel, Minggu 23 November 2025 (instagram @gibran.rakabuming)

PSI Angkat Bicara Soal Forum Guru Besar Desak Gibran Mundur

26 October 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Tingginya Jumlah Peserta TKA SLTA 2026 Harus Jadi Peta Jalan, Bukan Sekadar Angka Partisipasi

25 October 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com