Suaranusantara.com- Ketua Umum Pro Jokowi (Ketum Projo) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Budi Arie menyampaikan hal itu saat peringatan HUT ke 12 Projo yang digelar di kantor Kantor DPP Projo, Jakarta, Minggu 23 Agustus 2026. Budi Arie mengatakan dukungan itu sesuai dengan Kongres Ketiga Projo.
“Bahwa kami dari Projo sesuai Kongres Ketiga Projo, tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sampai 2029,” ucap Budi.
Kendari demikian, dia menyebut, Projo akan tetap memberikan masukan dan kritik yang membangun guna perbaikan program pemerintah.
“Manakala ada persoalan-persoalan atau masalah-masalah, tentu kita akan sampaikan kritik dan input yang produktif bagi pembenahan-pembenahan maupun perbaikan-perbaikan yang diperlukan,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menyatakan organisasi relawannya termasuk menjadi pelopor dan pionir yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran sejak awal sebelum banyak pihak lain bergabung.
“Karena kami yang mendukung pemerintahan ini loh. Sebelum yang lain mendukung Prabowo-Gibran, Projo kan termasuk pionir dan pelopor pendukung pemerintahan, atau pasangan Prabowo-Gibran,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Budi juga turut meminta hubungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Prabowo untuk tidak diadu domba.
“Jadi soal hubungan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo, ya ini kan ada yang ga usah adu domba kan begitu,” tuturnya.
“Menurut saya stop adu domba, karena kita ingin pemerintahan ini dibangun berbasis persatuan nasional. Karena masalahnya sudah berat. Jadi kalau kita enggak bersatu pasti enggak bisa diselesaikan,” ungkapnya.
Dia juga meminta semua pihak untuk bisa menahan ego kelompok maupun ego pribadi agar pemerintah dapat fokus mengatasi permasalahan yang ada.
“Kita harus menahan ego-ego kelompok, ego-ego pribadi untuk supaya pemerintahan ini bisa mengatasi permasalahan rakyat dan permasalahan bangsa dan negara ini dengan baik, gitu loh,” jelasnya.
“Sehingga kita bisa keluar sebagai negara dan bangsa yang mampu bertahan di berbagai konflik, berbagai kondisi-kondisi yang ada,” sambung Budi.


















Discussion about this post