
Nias Selatan-SuaraNusantara.com
Massa Aliansi Masyarakat Nias Selatan (AMNS) tetap menuntut gaji guru dan struktural segera dibayarkan. Setelah membuat dapur umum di depan Kantor DPRD Kabupaten Nias Selatan, massa yang terdiri dari Pospera, GMNI, FORDEM dan guru dan pegawai struktural melakukan penyanderaan mobil dinas dan sweeping ke sekolah-sekolah.
Sweeping tersebut sebagai bentuk kekecewaan sekaligus mengajak rekan sesama pegawai negeri untuk ikut memperjuangkan hak mereka.
Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DP2KAD) Nias Selatan Hadisem Lase akhirnya menemui massa di gedung dewan setempat. Dia langsung dituding membohongi PNS karena janjinya saat RDPU 27 Januari 2015 silam bahwa gaji PNS akan dibayarkan pada 2 Februari 2016 ternyata tidak bisa ditepati.
Tapi setelah terjadi dialog antara massa dengan Kepala DP2KAD dan DPRD, massa mulai lega. Dalam pertemuan yang dilaksanakan di ruang dewan itu, Kepala DP2KAD Nias Selatan lagi-lagi memberi janji bahwa gaji akan dibayarkan pada 29 Februari 2016. Setelah terjadi perdebatan yang alot, akhirnya janji itu diterima dan dibuat dalam bentuk surat pernyataan.
“Mudah-mudahan janji itu terpenuhi,” ujar Camat Telukdalam, Aferieli Harita, yang kendaraan dinasnya sempat ditahan oleh massa, saat dimintai komentarnya oleh wartawan melalui seluler, terkait janji Kepala DP2KAD, Minggu (21/2/2016). (Edi)

















