SuaraNusantara.com – Isra Miraj adalah peristiwa penting dalam agama Islam yang terjadi pada malam 27 Rajab dalam kalender Islam, yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Yerusalem dan kemudian ke langit. Isra Miraj juga dikenal sebagai perjalanan malam yang ajaib.
Menurut sejarah, Isra Miraj terjadi pada tahun ke-10 setelah Nabi Muhammad menerima wahyu pertama. Perjalanan ini dimulai ketika Nabi Muhammad SAW tidur di Ka’bah di Mekah, lalu dibangunkan oleh Malaikat Jibril yang membawa seekor kuda putih bernama Buraq.
Nabi Muhammad SAW naik ke atas kuda Buraq dan pergi ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, di mana ia memimpin doa bersama para nabi dan rasul terdahulu.
Isra Miraj juga diceritakan dalam banyak hadis yang diriwayatkan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW. Hadis-hadis ini memberikan lebih banyak detail tentang perjalanan Isra Miraj, termasuk dialog dan peristiwa yang terjadi selama perjalanan tersebut. Beberapa contoh hadis tentang Isra Miraj adalah sebagai berikut:
- Dari Anas bin Malik RA, ia berkata: “Rasulullah SAW bercerita tentang perjalanan Isra Mirajnya di mana ia berkata, ‘Ketika aku berada di Sidratul Muntaha, aku melihat tulisan di atasnya: tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah. Aku melihat di atas tujuh langit itu langit ketujuh yang memiliki cahaya dan ketenangan yang luar biasa. Aku melihat para nabi di sana dan di antara mereka aku melihat Nabi Ibrahim yang duduk dengan punggungnya di sebuah rumah. Aku melihat di sana banyak orang yang bahagia dan bersinar seperti bintang, dan aku ditanya oleh Malaikat Jibril, ‘Apakah kau kenal mereka?’ Aku menjawab, ‘Tidak.’ Lalu dia berkata, ‘Mereka adalah orang-orang yang memutuskan tali silaturahim dan bergandengan tangan dengan cinta dan kasih sayang.’ (HR. Bukhari dan Muslim).
- Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku diberikan lima perkara pada malam Isra Miraj, yaitu aku diberikan lima waktu shalat, diampuni dosa umatku selama mereka tidak melakukan kesyirikan, dibukakan pintu-pintu surga bagiku, aku melihat kebaikan dan keburukan takdir, dan aku diberi petunjuk untuk melakukan tawaf di sekeliling Ka’bah.’ (HR. Bukhari dan Muslim).
- Dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia berkata: “Rasulullah SAW berkata, ‘Aku dinaikkan ke langit hingga aku sampai ke sidratul muntaha, di mana aku mendengar suara dari arah bawahku. Aku berkata, ‘Siapakah itu?’ Lalu aku diberitahu bahwa itu adalah suara Jibril. Aku melihat sebuah sungai yang terbuat dari emas dan perak, dan aku ditawari segelas susu dan segelas anggur. Aku memilih susu, dan Jibril berkata, ‘Engkau telah memilih fitrah yang benar.’ (HR. Bukhari).
Hadis-hadis tentang Isra Miraj menjadi sumber penting bagi umat Islam untuk memahami dan menghormati perjalanan yang penting ini dalam sejarah agama Islam.(timred)


















Discussion about this post