SuaraNusantara.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten terus berupaya menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sekolah-sekolah filiar yang siswanya masih menumpang di sekolah lain.
“Dari 23 sekolah filiar di wilayah Banten, 19 sekolah hingga tahun 2022 sudah punya bangunan sendiri. Pembangunan (unit sekolah baru) pada tahun 2021 dan 2022,” kata Kepala Dindikbud Banten, Tabrani, saat peresmian dua USB yakni SMA Negeri 1 Lebak Wangi dan SMK Negeri 1 Baros.
Sementara sisanya yakni 4 sekolah filial lainnya yang menjadi kewenangan Pemprov Banten akan dilanjutkan pembangunan USB nya pada tahun ini.
“Selain filial ada juga sekolah yang jadi kebutuhan warga. Jadi diharapkan masyarakat bisa terlayani masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya yakni SMA atau SMK Negeri,” jelas Tabrani.
Pada tahun 2022, ujar Tabrani, telah merampungkan pembangunan 11 USB. Satu di antaranya itu adalah SMA Negeri 1 Lebak Wangi, di mana sebelumnya sekolah tersebut adalah filial.
“Di Kabupaten Serang bukan cuma 2 sekolah baru, tapi terdapat 36 ruang kelas baru (RKB) dan ruang praktik siswa. Sementara SMKN 1 Baros, mudah-mudahan sudah bisa dimanfaatkan pada tahun ajaran 2023-2024,” ungkap dia.
Sementara itu, Pj Gubernur Banten, Al Muktabar usai meresmikan USB mengingatkan kepada para pelajar supaya memiliki tiga kemampuan, yakni komunikasi, kuantitatif dan religi. Tiga kemampuan ini penting dimiliki untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan ke depan.
“Kemampuan komunikasi dan kemampuan kuantitatif karena ada logika strategic plan dan kemampuan religi adalah peta jalan mencapai cita-cita,” katanya.(Def)


















Discussion about this post