Suaranusantara.com – Masalah sampah menjadi persoalan krusial di Kota Depok yang kini telah berusia 24 tahun pada 27 April 2023 lalu. Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Kota Depok yang terletak di Kecamatan Cipayung telah melebihi kapasitas sejak tahun 2018 silam. Hal itu karena volume sampah yang dihasilkan warga Depok adalah 900 hingga 1000 ton setiap hari.
Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Depok mendorong percepatan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo (Luna) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Kami (Fraksi Gerindra-red) terus mendorong percepatan pembuangan sampah ke TPPAS Luna. Lewat teman-teman di Komisi C,” ujar Ketua Fraksi Partai Gerindra Mohammad HB.
Mohammad HB juga akan menuturkan pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Bogor demi percepatan pembuangan sampah ke TPPAS Lulut Nambo.
“Saya coba tanyakan dan ada inisiatif komunikasi antar DPRD itu harus dilakukan. Kami Fraksi Partai Gerindra membantu Pemerintah Kota Depok karena hal ini menjadi persoalan bersama,” kata Mohammad HB.
Mohammad HB mengungkap bahwa kondisi TPA Cipayung sudah sangat memprihatinkan. Pasalnya daya tampung TPA Cipayung sudah melebihi kapasitas dan perlu adanya terobos penanganan cepat.
“Saya kira Pemerintah Kota Depok melalu Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) punya inovasi. Dahulu pernah ada rencana TPA Cipayung akan mengolah sampah menjadi tenaga listrik. Hingga kini sekedar rencana, sementara daya tampung sudah melebihi kapasitas,” terang Mohammad HB.
Sebelumnya, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan bahwa penangan sampah menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Depok saat ini.
“Kita akan berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk kerja sama dengan beberapa negara asing dalam mengatasi masalah sampah ini,” kata Idris kepada wartawan,(2/5/2023).(ADT)


















Discussion about this post