SuaraNusantara.com – Ketua DPD PAN Kota Tangerang, Dwiki Ramadhani mendaftar bakal calon legislatif (Bacaleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Banten 3.
Dirinya, optimistis untuk menduduki kursi legislatif di DPR RI, pasalnya itu menjadi tugas dari partainya.
“saya sebagai kader ditugaskan dimanapun ya harus siap. Ya setalah dari itu saya minta restu orang-tua, alhamdulillah diridhoi. Landasan itu yang saya pegang kuat, yang akhirnya sekarang daftar jadi caleg DPR RI,” ujar Dwiki, Kamis, (25/5/2023).
Dwiki mengatakan, jika terpilih menjadi caleg DPR RI dirinya menegaskan ingin bermanfaat dalam karir berpolitiknya.
“Artinya nanti bagaimana aspirasi-aspirasi yang berkaitan dengan masyarakat Tangerang raya bisa sampaikan. Tapi kalau soal pergerakan sampai sekarang sudah bergerak. Sudah punya trik bagaimana caranya untuk sosialisasi,” sebutnya.
Dwiki juga mengatakan, optimis meraih suara di daerah dapil Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.
“Targetnya 100 ribu suara,” ucapnya.
“Saya selalu bilang saya tuh orang yang ketika sudah meniatkan maka sampai titik darah penghabisan pun saya akan ikhtiar,” katanya.
“Sampai detik ini bukan berkurang, justru makin bertambah optimis. Karena saya bukan tipikal caleg yang suka ngasih janji, tetapi yang terpenting silaturahmi dan sampai detik ini yang saya sambangi dan jajaki, silaturahmi orang-orang responnya baik,” sambungnya.
Dwiki juga menekankan bahwa dirinya tidak hanya memposisikan diri sebagai caleg, tetapi juga berlandaskan pertemanan.
“Dan saya diajarkan orang tua untuk berpolitik santun. PAN ini ingin menjadi peserta politik yang baik. Politik yang mengedepankan tidak memecah belah, walaupun kita partai punya target kursi tapi saya pesan jangan sampai menghalalkan segala cara. Artinya etika tetap harus di jaga,” jelasnya.
Dwiki berkomitmen akan memegang teguh yang terpenting bagaimana masyarakat bisa merasakan program-program yang ada.
“Saya pegang teguh sampai sekarang saya tidak mau menyunat anggaran, korupsi dan lainnya. Saya pegang komitmen itu karena uang yang tidak halal itu jadi ga berkah hidup. Artinya tidak bermain main di ranah itu,” katanya.
Banyaknya pemilih suara milenial, menjadi salah satu faktor dirinya akan pola kelingkup milenial.
“Cuma kan temen temen yang tidak peduli politik, mungkin dengan pembawaannya yang enak mudah mudahan mereka melek. Saya selalu berpesan anak muda harus melek politik karena mereka calon calon penerus bangsa,” pungkasnya. (My)


















Discussion about this post