Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Nestapa Hatiria Lase dan Melinda Loi: Disiksa, Disetrika dan Dipaksa Makan Kotoran Ayam

Suara Nusantara by Suara Nusantara
12 November 2016
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Melinda Loi | Foto: Ingot

Melinda Loi | Foto: Ingot

9
SHARES
75
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Melinda Loi | Foto: Ingot
Melinda Loi | Foto: Ingot

Pengantar:

Sungguh mengenaskan penderitaan Hatiria Lase (28) dan Melinda Loi alias Rosi Loi (8). Keduanya korban kekerasan yang dilakukan orang tua angkat mereka, pasangan suami-istri berinisial S dan YL.

Hatiria sejatinya warga Desa Hiliganoita, Kecamatan Bawalato, Kabupaten Nias. Sedangkan Melinda Loi berasal dari Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan. Keduanya sudah beberapa lama tinggal bersama keluarga Supartono di Jalan Sidomulyo, Dusun 4A, Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

BACAJUGA

No Content Available

Tragisnya, alih-alih mendapatkan kasih sayang dari orang tua angkat, Hatiria dan Melinda malah mendapat siksaan bertubi-tubi, seperti disetrika, disiram air panas, disayat pisau hingga dipaksa makan kotoran ayam.

Perlakuan tidak manusiawi yang diterima keduanya semakin menjadi-jadi setelah tiga anak kandung S dan YL, yakni RRHG, DRS, serta DC, turut serta melakukan penyiksaan.

Berikut bagian pertama dari dua tulisan yang didasarkan dari penuturan kedua korban kepada wartawan Suara Nusantara Ingot Simangunsong:

Melinda Loi berlari bebas menyusuri lorong Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Poldasu, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan. Kadang kala ia tertawa lepas, seolah menikmati kebebasan luar biasa. Sudah lebih dua minggu, dia mendapat perawatan di rumah sakit tersebut, akibat luka siraman air panas, serta luka lainnya akibat tindak kekerasan yang dilakukan keluarga Supartono dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Bayangkan saja, Melinda kerap dipukuli dengan kayu dan bambu. Jari tangan tangannya dijepit tang. Telinga kiri disayat pisau. Kemudian pernah kedua kakinya dipasung dan diinjak hingga berdarah. Yang lebih memilukan, sekujur tubuhnya disiram air panas, dan bagian lengannya disetrika hingga melepuh.

Bahkan, menurut pengakuan Melinda, sekali waktu ia pernah mendapat penyiksaan yang sangat menyakitkan. Kepala kirinya dipukul dengan kayu hingga berdarah. Kemudian wajahnya dipukuli.

“Aku sudah tidak tahan waktu itu. Pening kali kurasa, tapi si Yasmin terus memukuliku hingga terjatuh. Mereka tidak menolong dan menertawaiku,” kata Melinda kepada wartawan Suara Nusantara yang menemuinya di teras Ruang Anggrek 3, RS Bhayangkara Poldasu.

 

Makan Kecoa dan Kotoran Ayam

Melinda tidak seorang diri. Bersamanya ada Hatiria Lase (28), yang sejak tahun 2008 sudah hidup bersama keluarga YL. Melinda dan Hatiria mengalami penderitaan dan kekejaman yang sama. Kalau Melinda pernah diikat dan ditelanjangi, maka Hatiria juga mengalami hal serupa. Bahkan keduanya akan mendapatkan hukuman yang sama yakni tidak diberi makan seharian bila berbuat kesalahan.

“Kalau kami buat kesalahan satu, kami tidak diberi makan satu hari. Tak ada yang kami makan,” kata Melinda.

Yang sangat menyedihkan, keduanya pernah dipaksa oleh YL untuk makan kecoa dan kotoran ayam. Hatiria yang dalam kondisi ketakutan, serta merta menelan kecoa dan kotoran ayam tersebut. Sementara Melinda menyembunyikan kecoa itu di celah mulut. Setelah YL pergi, kecoa dikeluarkan dari mulutnya.

Hatiria Lae | Foto: Ingot
Hatiria Lae | Foto: Ingot

“Kakak makan itu kecoa, kalau saya tidak. Tetapi tahi ayam kami makan,” kata Melinda.

Kalau Melinda mengalami penyiksaan selama 3 tahun, Hatiria mengaku sudah menerima tindak kekerasan selama 5 tahun. Keduanya tidak dapat berbuat apa-apa. Tidak dapat melakukan perlawanan. Sehari-hari mereka tidak boleh keluar rumah.

 

Dibebaskan Polisi

Tuhan memang punya rancangan luar biasa. Kehendak manusia ada batasannya. Pada 16 September 2016, Melinda, entah bagaimana caranya, dapat keluar dari rumah. Hal pertama yang dilakukan Melinda adalah menghampiri rumah tetangga dan mengetuk-ngetuk pintunya.

Setelah tetangga itu keluar, Melinda langsung menceritakan penderitaan yang mereka alami, sekaligus memohon agar dipanggilkan polisi untuk menangkap YL. Sehabis menceritakan penderitaannya, Melinda kembali pulang ke rumah.

Tetangga yang terkejut melihat penderitaan Melinda kemudian mengadukan masalah ini ke Polsek Labuhan. Aparat langsung merespon pengaduan tersebut dengan mendatangi kediaman keluarga S dan YL.

YL yang sudah mendengar kabar bila dirinya dilaporkan ke polisi, berusaha menutupi bukti dengan menyembunyikan Melinda dan Hatiria di bawah tempat tidur. Namun Melinda mengetuk-ngetuk papan tempat tidur, sehingga petugas mendatangi arah suara. Sungguh mengejutkan semua orang, kedua anak manusia yang tak berdosa itu ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.

Keduanya segera dilarikan ke RS Bhayangkara. Melinda yang baru disiram air panas di bagian punggung hingga pantat, dimasukkan ke ruang ICU. Sementara Hatiria diinapkan di ruang Mawar.

Keduanya saat ini sudah menjalani proses pengobatan secara fisik dan psikis (kejiwaan). Hatiria, seperti diungkapkan keluarga aslinya, masih dalam keadaan trauma. Sementara Melinda sampai berita ini diturunkan belum diketahui siapa orangtua kandungnya.

“Sudah kami minta kesediaan pelaku (YL) untuk menceritakan darimana dia mendapatkan Melinda, dan siapa orangtuanya. Pelaku tidak mau memberitahu dan selalu  mengatakan lupa,” kata Ketua DPD HIMNI Sumut, Ir Turunan Gulo MAP, saat ditemui di RS Bhayangkara, Senin (3/10/2016).

HIMNI sendiri, lanjut Turunan Gulo, berusaha membantu meringankan penderitaan kedua korban dengan memberikan bantuan senilai Rp. 30 juta. “Saat ini juga sedang diupayakan solusi yang lebih komprehensif buat Melinda, yang hingga saat ini belum ditemukan orangtuanya,” ujarnya.  (bersambung)

Tags: Melinda Loi
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat
Nasional

Lestari Moerdijat: Pengelolaan Warisan Budaya Butuh Dukungan Nyata Pemerintah dan Masyarakat

by snc4
5 August 2026

Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan bahwa...

Eddy Soeparno
Nasional

Eddy Soeparno Kembali Tegaskan Urgensi Penerapan Extended Producer Responsibility

by snc4
5 August 2026

Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy...

MPR RI Pertahankan Opini WTP

Pertahankan Opini WTP, Setjen MPR RI Tegaskan Komitmen Transparansi, Akuntabilitas, dan Integritas

5 August 2026
Makalah MBG mencatut nama Presiden Prabowo Subianto (Instagram @akbarfaizal_uncensored)

Viral Muncul Nama Prabowo di Makalah MBG untuk Nobel Perdamaian, Bakom Investigasi

5 August 2026
Lestari Moerdijat dorong bahasa Inggris mapel wajib sejak SD

Lestari Moerdijat: Atasi Kesenjangan Kesempatan Kerja bagi Disabilitas dengan Langkah Nyata

5 August 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bicara soal arahan Presiden Prabowo Subianto (Instagram @bahlillahadalia)

Bahlil Ungkap Prabowo Ingin Perusahaan Tambang yang Peroleh IUPK Wajib Jalankan Hilirisasi

5 August 2026

POPULER MINGGU INI

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

5 months ago
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

5 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

5 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

5 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara obligasi (Instagram.@pramonoanungw)
Nasional

Dapat Restu dari Pemerintah Pusat, Pramono Anung Akan Terbitkan Obligasi Rp 3,5 Triliun

by Feri Spt
5 August 2026

Suaranusantara.com- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa Pemerintah Pusat memberikan restu untuk menerbitkan obligasi daerah (Jakarta...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terima tamu Gubernur Bali I Wayan Koster di Balai Kota (Instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Terima Tamu Gubernur Bali di Balai Kota, Bahas Percepatan Pembangunan Daerah Melalui Skema Obligasi dan Creative Financing

5 August 2026
Ilustrasi lomba 17 Agustus untuk ibu-ibu (Instagram @miracle.boutique_)

6 Ide Lomba 17 Agustus Buat Ibu-ibu yang Murah Meriah, Unik, Menarik Bikin Ngakak Seharian

5 August 2026
Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka (Instagram @wantimpres.ri)

Siap-siap! Pendaftaran 8.100 Kuota Peserta Upacara 17 Agustus HUT ke 81 RI di Istana Mulai Dibuka, Buruan Pantau di Sini Buat War Tiketnya

5 August 2026
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit kabarnya bakal diganti oleh Presiden Prabowo (Instagram @indonative.id)

Berhembus Kencang Isu Kapolri Listyo Sigit Bakal Diganti, DPR Bantah Tegas

5 August 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com