Suaranusantara.com – Tiga pulau ini sulit dilakukan modifikasi cuaca saat kemarau panjang yang sedang melanda Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari yang menyebut Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sulit dilakukan modifikasi hujan buatan berdasarkan kondisi awan yang ada di pulau tersebut.
Abdul Muhari mengatakan, bahwa saat ini wilayah Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sangat minim untuk dilakukan modifikasi cuaca jika dilihat dari kondisi awan yang ada pada pulau tersebut.
“Karena awan di pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sangat minim maka yang kami optimalkan saat ini yakni dengan distribusi air bersih di kabupaten dan kota untuk menjamin air bersih bisa terpenuhi oleh warganya,” ujar Abdul kepada wartawan saat ditemui di Terminal Kargo, Bandara Soekarno-hatta, Tangerang, Senin, (2/10/2023).
Masih kata dia, untuk daerah yang memungkinkan untuk dilakukan modifikasi cuaca pada musim kemarau saat ini, yakni daerah yang berada di daerah sebelah utara garis khatulistiwa.
“Wilayah itu potensi awan hujannya masih memungkinkan untuk modifikasi cuaca. Jadi bisa kita lakukan upaya modifikasi cuaca, dan sampai saat ini kita masih bergantung kepada prediksi dari BMKG,” sebutnya.
Lebih lanjut, untuk pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara tidak bisa di modifikasi cuaca untuk beberapa waktu. Namun jika ada peluang itu bisa dilakukan seperti bulan lalu wilayah Jabodetabek bisa dimodifikasi cuaca.
“Jadi ketika ada awan yang mungkin bisa kita semai dengan garam maka akan kita lakukan modifikasi cuaca,” pungkasnya.(rd)


















Discussion about this post