Suaranusantara.com- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan kesiapan pasangan calon presiden-wakil presiden, Ganjar Pranowo-Mahfud Md, menghadapi debat sesuai ketentuan yang tertera dalam peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).
Dalam kunjungannya ke Posko Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud di Jakarta pada hari Rabu, Hasto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan rutin untuk menghadapi debat capres dan cawapres.
Dengan mengonfirmasi kiprah Ganjar sebagai calon gubernur Jawa Tengah pada pemilihan pertama dan kedua serta pengalaman legislatifnya, Hasto meyakinkan bahwa Ganjar telah terbukti dalam arena politik. Sementara Mahfud Md, dengan pengalamannya di tiga lembaga negara, menunjukkan kesiapan dari kedua pemimpin ini.
Lebih lanjut, Hasto menyatakan harapannya agar proses debat tetap berlangsung sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh PKPU. Ia menekankan pentingnya mematuhi peraturan yang terkait dengan debat tanpa adanya perubahan di tengah proses.
“Maka kami berharap debat tetap sesuai dengan apa hang tertulis di dalam PKPU. Jangan mengubah peraturan yang terkait dengan debat ketika proses sudah berjalan,” ujar Hasto.
Hasto juga memastikan pihaknya taat pada aturan yang sudah berlaku sebelumnya, karena debat sudah menjadi kultur bahwa debat itu dilakukan dengan dua kali untuk capres, dua kali cawapres, dan kemudian satu pasangan, bahkan di dalam peraturan tiga capres, kemudian dua cawapres.
“Itu yang kita ikuti dengan penuh disiplin. Ketika aturan berubah di tengah jalan, nanti terkesan KPU tidak independen,” kata dia.
Hasto mengharapkan KPU tidak mengubah format, karena itu peraturan yang sudah ada, dan dengan antusiasme masyarakat untuk menunggu seluruh gagasan yang akan disampaikan oleh capres dan cawapres.
“Sebaiknya kita fokus pada narasi yang mau disampaikan, fokus pada karakter pemimpin, fokus pada apa yang dilakukan pemimpin dalam menyelesaikan masalah-masalah rakyat, dan membawa bangsa Indonesia ini ke depan, dengan pemimpin yang memiliki komitmen kerakyatan, pemimpin yang berani memberantas korupsi, pemimpin yang tidak kolusi, tapi pemimpin yang turun ke bawah, melakukan blusukan ke rumah-rumah rakyat,” ujar dia.(red)


















Discussion about this post