Suaranusantara.com- Gus Salam, mantan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, menyampaikan dugaannya bahwa Pengurus Besar NU (PBNU) secara diam-diam mendorong dukungan dari pengurus cabang di Jawa Timur untuk mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dugaan ini muncul setelah Gus Salam mendapatkan informasi tentang pertemuan internal PBNU dengan mayoritas struktural Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Timur di Hotel Shangri-la, Surabaya, pada Rabu malam (27/12).
“Tokoh-tokoh teras PBNU ini mengarahkan struktur PCNU yang hadir untuk membantu ke paslon 2. Ada yang dengan narasi soreh atau jelas, ada yang bahasa kinayah atau kiasan,” kata Gus Salam saat dikonfirmasi, Kamis (28/12).
Baca Juga:Â Daftar Lokasi Perayaan Kembang Api dalam Merayakan Pergantian Tahun Baru, Salah Satunya Jakarta
Pertemuan itu dihadiri oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, dan Sekjen Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Meski Gus Salam tidak menghadiri pertemuan tersebut, ia mendapat informasi dari perwakilan yang turut hadir. Gus Salam mengekspresikan kekecewaannya terhadap sikap PBNU.
Ia merasa kecewa karena pengurus teras PBNU yang sebelumnya menyuarakan netralitas untuk semua struktur NU, namun dalam pertemuan internal tersebut mengarahkan dukungan ke pasangan calon nomor 2.
Gus Salam yang kini menjadi Penasihat Tim Pemenangan Provinsi (Timprov) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) Jatim ini mengungkapkan rasa kecewa atas keputusan tersebut, khususnya dari pengurus PBNU yang sebelumnya menegaskan netralitas, namun tampaknya mengarahkan dukungan ke pasangan calon tertentu dalam pertemuan dengan struktur PCNU.
Baca Juga:Â 30 Ucapan Perayaan Tahun Baru Ala Gen Z yang Kekinian
“Dan itu dilakukan oleh pengurus teras PBNU yang selama ini gembor-gembornya memerintahkan untuk netral untuk semua struktur NU tapi di pertemuan internal bersama struktur PCNU mereka mengarahkan ke paslon 2,” ujarnya.
Selain itu, dia mengatakan pada pertemuan tersebut Ketum PBNU juga mengumumkan pencopotan KH Marzuki Mustamar dari jabatannya sebagai Ketua PWNU Jatim.
“Pertama, pemberitahuan atas pemberhentian Kiai Marzuki Mustamar sebagai Ketua PWNU Jawa Timur, dengan alasan yang menurut saya tidak jelas. Silakan dikonfirmasi ke PBNU apa alasannya,” ucapnya.(kml)


















Discussion about this post