
Jakarta-SuaraNusantara
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud yang sudah berada di Indonesia sejak Rabu (1/3/2017) lalu, memperpanjang masa liburannya di Pulau Dewata, Bali. Informasi perpanjangan masa liburan Raja Salman ini disampaikan melalui surat dari Besar Arab Saudi di Jakarta kepada Kementerian Luar Negeri RI.
“Kami telah menerima surat tembusan dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta melalui Kementerian Luar Negeri RI. Dalam surat Kedubes Arab Saudi itu disebutkan bahwa Raja Salman berkeinginan untuk memperpanjang masa liburannya di Bali sampai 12 Maret 2017,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Ajun Komisaris Besar Hengky Widjaja di Denpasar, Bali, Selasa (7/3/2017)/
Pihak Kedubes, lanjut Hengky, dalam surat tersebut juga menyampaikan rasa hormat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kementerian Luar Negeri RI.
Dengan perpanjangan masa liburan tersebut, Raja Salman akan menghabiskan delapan hari liburan di Bali, sejak mereka tiba di sana pada Sabtu (4/3/2017).
Selama di Bali tidak banyak diketahui agenda wisata rombongan Raja Salman yang berjumlah sekitar 1.500 orang. Namun diketahui mereka menginap di kawasan International Tourism Development Center (ITDC) Nusa Dua, Kabupaten Badung.
Raja Salman menginap di St.Regis Bali Resort, yang memiliki kamar tipe suite dan vila, dengan tarif per malam mulai US$570 – US$2.200 atau sekitar Rp7 juta – Rp29 juta. Lokasi hotel ini langsung menghadap laut. Sebagian kecil dari rombongan juga dikabarkan berlibur ke Pulau Lombok.
Sekitar 200 mobil limousin Mercedes didatangkan dari Jakarta untuk mengangkut rombongan kerajaan Arab Saudi selama liburan di Bali.
Meski tidak secara khusus disediakan untuk kunjungan raja dan para pangeran Arab Saudi, di pantai Nusa Dua ini terdapat unta tunggangan yang dapat membuat mereka merasa berada di ‘rumah’.
Minarto, pengendara unta di depan Resort Hilton Bali Resort, mengatakan rombongan dari Saudi telah memesan 100 unta tunggangan selama setengah jam.
“Kami sangat sibuk dan mereka meminta tertalu banyak. Kami hanya punya sedikit unta,” kata Minarto, yang menjaga lima unta yang didatangkan dari Australia setahun lalu, dikutip dari Reuters.
Pengamanan juga ketat, TNI AL menjaga di sekitar pantai di mana Raja Salman akan menginap. Sekitar 2.500 personel keamanan dikerahkan untuk menjaga Raja Salman dan rombongan. Jumlah ini terdiri dari satuan khusus anti teror, penjinak bom, dan regu penembak jitu.
Pengamanan mencakup operasi di laut sejauh satu mil dari pantai, termasuk menempatkan enam buah kapal. Ada juga operasi di udara untuk pengamanan kedatangan raja yang melewati jalur udara.
Sementara pengamanan di darat, selain ditangani polisi dan TNI, juga melibatkan pecalang atau petugas keamanan Desa Adat.
Sejauh ini, liburan rombongan Raja Salman di Bali tidak menimbulkan masalah apapun. Pemerintah daerah dan masyarakat merasa senang dengan kedatangan mereka.
Namun sebelumnya, liburan Raja Salman ke negara lain kerap mengundang kontroversi, karena menyebabkan wisatawan lain ‘terganggu’.
Pada Agustus 2015 misalnya, rombongan Raja Arab Saudi memangkas waktu liburan mereka di pantai di Prancis dari jadwal semula tiga minggu. Hal itu diduga karena protes masyarakat setelah Pantai Riviera yang sebenarnya terbuka untuk umum, ternyata ditutup karena sedang digunakan untuk liburan rombongan sang raja.
Selain itu, sejumlah media internasional juga memberitakan Arab Saudi sempat menunggak pembayaran tagihan sebesar €3,7 juta atau Rp52 miliar selama liburannya.
Penulis: Yon

















