Suaranusantara.com- Kubu Anindya Bakrie melalui Formatur terpilih Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia versi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kadin 2024 Mulyadi Jayabaya menyebut bahwa terpilihnya Arsjad Rasjid sebagai Ketua Kadin lantaran ada campur tangan dari pihak Istana.
Mulyadi mengatakan Arsjad Rasjid terpilih jadi Ketua Kadin karena adanya keterlibatan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam Musyawarah Nasional (Munas) Kadin 2021 lalu di Kendari.
“(Munas Kadin) di Kendari itu kalau tanpa dukungan BIN dan Pak Jokowi itu (Arsjad) tidak akan jadi Ketua Kadin,” ungkap Jayabaya pada Kamis, 19 September 2024.
Kata Mulyadi, kala itu sebagian besar anggota Kadin daerah mendukung Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin periode 2021-2025.
Mulyadi menyebut ada sebanyak 27 Kadin Provinsi yang mendukung namun tiba-tiba malah berubah
“Waktu itu Pak Anin menang 27 provinsi, tiba-tiba dibalikkan,” ujarnya.
Mulyadi juga mengatakan kala Munas 2021 awalnya digelar di Bali pada Juni namun ditunda dan dipindah ke Kendari.
Panitia penyelenggara acara tersebut menyebut bahwa pertimbangan risiko pandemi Covid-19 menjadi alasan dipindahnya lokasi pelaksanaan Munas.
Namun, Mulyadi menyatakan bahwa alasan dipindahkannya Lokasi Munas ke Kendari bermuatan politis.
“Karena kan Kadin dengan pemerintah harus sejalan. Ekonomi tidak akan tumbuh kalau Kadin tidak kondusif,” katanya. “Saat itu akhirnya kesepakatan dengan Pak Jokowi. Sudah, Anin jadi Ketua Dewan Pertimbangan Agung, Arsjad jadi Ketua Umum.”
Seperti yang telah diketahui bahwa kursi kepemimpinan Kadin telah diperebutkan oleh Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid sejak Munas 2021.
Saat itu, keduanya didapuk sebagai kandidat utama untuk menjadi Ketum Kadin periode 2021-2026 menggantikan Rosan P. Roeslani.
Anin digadang-gadang jadi Ketua Kadin lantaran telah berpengalaman menjabat sebagai Waketum Kadin selama lima belas tahun.
Atas pengalamannya tersebut, ia juga dianggap memahami dinamika internal Kadin.
Sedangkan Arsjad Rasjid sendiri kala itu baru aktif selama dua tahun sebelum akhirnya mencalonkan diri sebagai Ketua Umum.
Meski demikian, ia dianggap cepat menunjukkan kedekatan dengan pemerintah melalui berbagai kegiatan bersama pejabat tinggi seperti Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.
Walau sempat diunggulkan, Anindya Bakrie gagal menduduki kursi Ketua Umum Kadin 2021.
Dan Arsjad Rasjid dinyatakan terpilih secara aklamasi dalam Munas Kadin Indonesia ke VIII yang diselenggarakan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Di periode tersebut, Anindya Bakrie tetap memegang posisi penting sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin.
Dan pada Munaslub Kadin pada Sabtu 14 September 2024 lalu Anindya terpilih sebagai Ketua Kadin melengserkan Arsjad Rasjid.


















Discussion about this post