Suaranusantara.com – Presiden Prabowo Subianto meminta rancangan dasar atau basic design gedung-gedung legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur dirancang ulang.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Basuki mengatakan, Prabowo menilai rancangan desain gedung DPR hingga Mahkamah Agung di IKN yang ada masih kurang greget.
Maka dari itu, dia dan Kementerian PU dalam waktu dekat ini akan membentuk tim untuk melakukan rancangan ulang dan melaporkan rancangan baru kepada Prabowo.
“Untuk bangunan gedung yudikatif dan legislatif dulu sudah pernah ada desain dari Kementerian PUPR, basic design-nya. Cuma sekarang beliau minta di-review lagi. Kami nanti dengan Kementerian PU bersama Otorita IKN akan bentuk tim design yang nanti bisa diarahkan oleh bapak presiden tentang ke depannya,” kata Basuki.
Lebih lanjut, Eks Menteri PUPR itu menjelaskan keinginan Prabowo, dimana dia ingin rancangan baru bisa lebih megah.
Menurutnya, rancangan yang sudah ada selama ini didapatkan dari hasil sayembara dan dirasa kurang greget oleh Prabowo.
“Beliau pengin lebih grande gitu. Jadi menurut beliau kan, itu dulu dengan Pak Jokowi kan dulu hasil sayembara. Nah, sekarang beliau melihatnya kurang grande. Kurang rengreng kalau kata Wong Jowo. Jadi beliau minta di-review,” kata Basuki.
“Kalau ranah eksekutif semuanya sudah. Ini tinggal yang legislatif dan yudikatif yang untuk di-review design-nya. Dan design-nya kan baru basic design, belum ada detail design-nya. Basic design baru dilelang untuk design and build,” tambahnya.
Diketahui, Prabowo memberikan target agar IKN siap menjadi ibu kota politik pada 2028 me datang. Maka dari itu fasilitas sarana prasarana instansi legislatif dan yudikatif mesti selesai dibangun dan bisa digunakan sebelum 2028.
Orang nomor satu di Indonesia itu juga sudah merestui anggaran tambahan untuk pembangunan IKN sebesar Rp 48,8 triliun selama lima tahun ke depan.


















Discussion about this post