Suaranusantara.com- Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamail menyatakan bahwa tim sepak bola Iran tidak akan mengikuti pertandingan Piala Dunia 2026.
Adapun Iran telah memegang tiket untuk melaju ke Piala Dunia 2026. Sayangnya, Iran tidak bisa ikut lantaran serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran yang terjadi pada Sabtu 28 Februari 2026 lalu.
Dalam serangan gabungan itu, Pemimpin Tertinggi Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia. Pasca Ali Khamenei wafat, eskalasi serangan terus terjadi.
Diketahui, AS merupakan salah satu tuan rumah penyelenggaraan ajang bergengsi sepak bola yang digelar empat tahun sekali, Piala Dunia 2026.
Selain AS, Meksiko dan Kanada juga menjadi tuan rumah gelaran Piala Dunia 2026.
“Mengingat rezim korup ini (AS) telah membunuh pemimpin kami, tidak mungkin kami akan berpartisipasi di Piala Dunia,” bunyi pernyataan Ahmad Donyamali, Kamis 12 Maret 2026 dikutip dari Al Jazeera.
Padahal, Presiden FIFA Gianni Infantino, Presiden AS Donald Trump telah meyakinkannya Iran tetap disambut untuk bermain di Piala Dunia 2026.
Apabila Iran benar-benar tidak ikut pertandingan Piala Dunia 2026, apakah Indonesia bisa menggantikannya?
Harapan Tim Garuda untuk bisa menggantikan Iran sangat kecil. Dilansir Diario AS, jika Iran akhirnya tak berlaga, Irak yang akan menjalani laga play-off antar-konfederasi melawan pemenang Bolivia vs Suriname, memiliki peluang terbesar ke Piala Dunia 2026.
Irak sendiri sebelumnya dikabarkan meminta penundaan karena kesulitan perjalanan karena konflik di kawasan.
Jika Irak juga akhirnya gagal ke Piala Dunia 2026, Uni Emirat Arab (UEA) yang kalah dari Irak di putaran kelima kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan berpeluang menggantikan.
Baru jika UEA juga tak bisa menggantikan Iran, peluang dimiliki tim posisi terbawah putaran keempat, yaitu Oman dan timnas Indonesia.
Timnas Indonesia diyakini menjadi tim dengan peluang terkecil menggantikan Iran ke Piala Dunia 2026, dari tim yang lolos ke putaran keempat kualifikasi zona Asia.
Pasalnya, Tim Garuda sama sekali tak mampu meraih poin di babak tersebut.
Namun, bukan tidak mungkin FIFA menerapkan play-off tertentu untuk mencari tim Asia mana yang akan menggantikan Iran.
Selain digantikan oleh tim Asia lainnya, Iran juga berpeluang dilarang untuk ikut serta dalam turnamen FIFA di masa mendatang.


















Discussion about this post