Suaranusantara.com- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya meminta kepada PT Agrinas Pangan Nusantara untuk menunda impor mobil pickup dari India.
Dasco minta penundaan impor mobil pickup dari India mengingat Presiden RI Prabowo Subianto masih berada di luar negeri untuk kunjunga kerja (kunker).
Mobil pickup dari India ini didatangkan dengan tujuan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor sebanyak 105 ribu unit kendaraan mobil pickup dari India. Proses impor dilakukan bertahap.
Saat ini diketahui, mobil pickup dari India sudah tiba di Indonesia melalui pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan akan mengikuti arahan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang meminta untuk menunda impor mobil pickup tersebut.
“Apapun keputusan DPR itu adalah suara rakyat, dan wakil rakyat, saya sebagai direktur BUMN saya akan taat, loyal dan manut apapun keputusan negara, apabila itu memang kepentingan rakyat,” kata Joao saat konferensi pers di Jakarta, Selasa 24 Februari 2026.
Bahkan Joao mengaku siap bertanggung jawab apabila nanti dipermasalahkan terkait impor mobil pickup itu.
“Tanpa sedikitpun saya ragu-ragu kalau seandainya saya harus nanti digugat atau nanti dipermasalahkan oleh pihak supplier, itu sudah tanggung jawab saya, dan saya ambil tanggung jawab itu,” tambah dia.
Badan Usaha Milk Negara (BUMN) ini mengimpor 105.000 kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun dari India.
Kontrak tersebut mencakup pengadaan total 105.000 unit kendaraan dari dua produsen otomotif asal India. Sebanyak 35.000 unit Scorpio Pickup dipasok oleh Mahindra, sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors, terdiri atas 35.000 unit Yodha Pickup dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.
Untuk sementara, unit kendaraan akan disimpan di Kodim, sembari menunggu kesiapan koperasi. Sampai akhir bulan nanti akan tiba sebanyak 1.000 unit.


















Discussion about this post