Suaranusantara.com- Tak terasa Hari Kemenangan Idulfitri 1447 H akan segera tiba. Menyusul Hari Kemenangan akan tiba, masyarakat di Indonesia mulai melakukan persiapan di mana salah satunya tradisi mudik Lebaran 2026.
Mudik Lebaran menjadi salah satu tradisi yang dijalankan masyarakat setiap tahunnya. Mudik Lebaran menjadi momen yang dinantikan karena bisa berkumpul bersama keluarga di hari yang spesial itu.
Untuk itu, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 diimbau berhati-hati dan memperhatikan jadwal puncak arus mudik.
Lantas, kapan puncak arus mudik Lebaran 2026 itu terjadi.
Berdasarkan penuturan Kepala Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan (UPTAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Zulkifli, puncak arus mudik Lebaran 2026 akan berlangsung dua kali yakni tanggal 13 Maret 2026 dan 18 Maret 2026.
Selain itu, Zulkifli mengatakan masa angkutan Lebaran tahun ini berlangsung mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026.
Dalam periode tersebut, arus mudik dan arus balik diperkirakan terbagi menjadi dua fase puncak.
Puncak Arus Mudik Diperkirakan Dua Kali
Zulkifli menjelaskan, gelombang pertama arus mudik diprediksi terjadi pada 13 Maret 2026, bertepatan dengan dimulainya libur sekolah.
“Untuk puncak mudik pertama tanggal 13 Maret karena sudah mulai libur sekolah. Kemudian puncak kedua tanggal 18 Maret yang biasanya diisi oleh para pekerja,” ujar Zulkifli, dikutip dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta.
Sementara itu, puncak arus mudik kedua diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.
Pada periode ini, mayoritas pemudik diperkirakan berasal dari kalangan pekerja, seperti aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN, dan karyawan swasta.
Arus Balik Terbagi Dua Tahap
Selain arus mudik, arus balik Lebaran juga diprediksi terjadi dua tahap.
Menurut Zulkifli, puncak arus balik pertama diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026, ketika sebagian pekerja mulai kembali ke Jakarta untuk beraktivitas.
Sementara itu, puncak arus balik kedua diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2026, yang umumnya didominasi oleh pelajar.
“Untuk tanggal 24 Maret biasanya para pegawai sudah mulai kembali bekerja. Sedangkan tanggal 28 atau 29 biasanya para pelajar yang kembali karena posko angkutan Lebaran ditutup pada 29 Maret,” katanya.
Zulkifli mengatakan pembagian puncak arus mudik dan arus balik menjadi dua tahap merupakan bagian dari strategi pengaturan mobilitas selama masa angkutan Lebaran.
Dengan pola tersebut, pergerakan penumpang di terminal diharapkan tidak menumpuk dalam satu waktu.
“Strategi ini diharapkan mampu mengurai kepadatan pemudik sehingga tidak terpusat pada satu hari tertentu. Bayangkan jika antara anak sekolah dan para pekerja disamakan maka akan lebih membludak lagi, akan jauh lebih padat,” jelasnya.


















Discussion about this post