Suaranusantara.com – Polisi telah melakukan penangkapan terhadap penjual sate kulit atau sate jebred yang diduga menjadi penyebab keracunan yang mengakibatkan belasan warga Garut dan Tasikmalaya terkena dampaknya, bahkan dua di antaranya meninggal dunia.
Sampel sate jebred yang dikonsumsi oleh korban juga sedang dalam tahap penyelidikan oleh tim dari Dinas Kesehatan.
Kapolsek Cilawu, Kompol M Duhri, menjelaskan bahwa penjual sate tersebut telah diamankan oleh pihaknya sejak Senin malam sebelumnya, namun kasus ini kini telah diserahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Garut.
Baca Juga :Â CEO Meta Mark Zuckerberg Bagikan Pengalaman Latihan Tarung
“Diamankan dulu di Polsek, dan dilimpahkan ke Reskrim Polres Garut, untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan,” ujar Duhri.
Duhri juga mengungkapkan bahwa pada hari Senin sebelumnya, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berhasil menyita sampel sate jebred yang dikonsumsi oleh korban.
“Sudah dibawa oleh Dinas Kesehatan untuk dilakukan pengecekan,” kata Duhri.
Keracunan ini bermula ketika sejumlah warga Tasikmalaya dan Garut mengonsumsi sate jebred yang mereka beli di Pasar Bojongloa, Kecamatan Cilawu, Garut pada Minggu pagi.
Awalnya, semuanya dalam keadaan baik-baik saja, tetapi pada hari Senin, mereka tiba-tiba muncul di puskesmas dengan gejala serupa, seperti muntah, batuk, dan demam. Terdapat total 17 korban, dengan 10 orang berasal dari Tasikmalaya dan 7 orang dari Garut.
Baca Juga:Â PKL di Setu Muara 7 Meresahkan, Satpol PP Siap Bongkar Jika Masih Membandel
Sayangnya, dalam insiden ini, dua orang telah meninggal dunia, yaitu Mimin (61 tahun) dari Cigalontang, Tasikmalaya, dan Cecep (48 tahun) dari Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.
Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, menjelaskan bahwa saat ini fokus utama adalah merawat para korban yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Cilawu. Mereka juga sedang melakukan penyelidikan untuk menemukan penyebab keracunan ini.
Sementara itu, Bupati Garut, Rudy Gunawan, menginformasikan bahwa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan sedang dalam proses pemeriksaan oleh tim dari Dinas Kesehatan. Hasil dari pemeriksaan ini akan diungkapkan dalam beberapa hari ke depan.
“Untuk pedagang, sudah dimintai keterangan di polsek. Untuk sampel makanan, sudah dibawa ke lab kita dan akan diteliti,” ungkap Rudy Gunawan.(Dn)


















Discussion about this post