Suaranusantara.com – Pesawat milik maskapai Smart Air yang membawa muatan kargo dengan berat total 583 kilogram dilaporkan hilang kontak usai lepas landas dari Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Jumat (8/3/2024) pagi.
Kapolsek Krayan Selatan dan Tengah, Ipda Andi Irwan mengatakan harusnya pesawat yang lepas landas dari bandara Tarakan pada pukul 08.25 Wita dengan tujuan penerbangan ke Binuang, Krayan, Nunukan ini sudah mendarat di Binuang pada pukul 09.25 Wita. Namun hingga saat ini tidak ada.
“Informasinya pesawat yang antar sembako dari Tarakan berangkat jam 08.25 Wita seharusnya jam 09.25 Wita sudah sampai di Binuang. Sampai sekarang belum ada pesawatnya,” kata Kapolsek Krayan Selatan dan Tengah, Ipda Andi Irwan.
Sementara, kantor Basarnas Kota Tarakan, Syahril mengatakan pihaknya mendapatkan informasi bahwa terdapat pesawat yang hilang kontak sekitar pukul 11.26 WITA.
Kemudian, sekitar pukul 11.40. WITA, pesawat milik Basarnas langsung melakukan penyisiran dari Longbawang hingga Binuang. Namun, hasilnya nihil.
Lalu, sekitar pukul 12.30 WITA, mendapat informasi dari Basarnas Pusat soal dua titik yang diduga menjadi lokasi pesawat tersebut.
Sekitar pukul 14.26 WITA, dua unit pesawat kembali melakukan penyisiran dari Malinau ke Binuang. Namun, hasil pencarian masih nihil, sehingga pesawat kembali ke Malinau untuk melakukan pengisian bahan bakar.
Lalu, pada pukul 16.57 WITA, helikopter milik Kodam Mulawarman telah berangkat dari Tarakan menuju ke Binuang untuk membantu proses pencarian.
“Apabila ditemukan objek yang diduga, dapat diinformasikan kepada tim kami yang sudah turun di lokasi kejadian,” ucap Syahril
Kemudian pada pukul 19.00 WIB kemarin proses pencarian pun diberhentikan sementara.
“Diperkirakan pukul 19.00 WIB dikarenakan kondisi cuaca yang sudah gelap dan tidak mungkin untuk melakukan pencarian lagi, dan kami menghentikan sementara,” kata Kepala Kantor Basarnas Kota Tarakan, Syahril.
Diketahui, pesawat kargo milik maskapai Smart Air tersebut diawaki satu orang Pilot, Capt M Yusuf, serta satu orang Engineer on Board (EOB), Deni S. Tercatat pesawat Smart Air tersebut membawa muatan kargo dengan berat total 583 kilogram


















Discussion about this post